Tampilkan postingan dengan label History of religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History of religion. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

Gambaran Neraka Menurut Beberapa Versi Agama

Islam


Pintu (tingkat) neraka yang disebutkan di dalam Al Qur'an adalah:
1.Hawiyah

Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya. Surah Al-Qari'ah.

2.Jahiim

Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. Surah Asy-Syu'ara' dan Surah As-Saffat.

3.Saqar

Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad, tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Surah Al-Muddassir.

4.Lazhaa

Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. Surah Al-Ma’arij.

5.Huthamah

Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. Surah Al-Humazah.

6.Sa'iir

Neraka yang diisi oleh orang-orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim. Surah Al-Ahzab, Surah An-Nisa', Surah Al-Fath dan Surah Luqman.

7.Wail

Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa-dosa mereka. Surah Al-Tatfif dan Surah At-Tur.


Kristen


Dalam agama Kristen,Neraka terbagi dalam 3 tingkat,yaitu:

1.Syeol/Hades

Adalah tempat atau bagian dari neraka yang paling atas atau sama dengan tempat penantian. namun di dalam tempat penantian itupun banyak jiwa yang tidak luput dari pandangan para utusan neraka.

2.Gehenna/Neraka

Adalah tempat atau bagian tengah dari neraka. Siksaan di bagian ini lebih kejam daripada di hades.

3.Jurang tak berdasar.

Adalah bagian neraka yang paling dalam. Di tempat ini terdapat lautan api dan belerang dimana para jiwa yang berdosa direndam dalam lautan itu. Di tempat itu pula Allah memenjarakan Sang Naga atau Iblis yang akan dilepaskan pada masa tujuh tahun penderitaan.

Buddha


Agama Buddha — Didalam agama Buddha dijelaskan bahwa terdapat 8 Maha Niraya (neraka besar) terdiri dari :

1. Sanjiva 

Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Di alam ini, makhluk makhluknya dipotong-potong menjadi kepingan-kepingan yang tiada akhirnya.

2. Kalasuta : benang hitam

Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, tubuhnya dijelujuri (dijahit) dengan benang hitam dan dipukuli, dengan beliung sampai sisa-sisa akusala karma (perbuatan- perbuatan jahat) nya HABIS, barulah terbebaskan dari derita ini.

3. Sanghata : neraka penghancur

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan pernderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan terpaan/ terjangan benda-benda keras, mis : batu karang dari empat penjuru angin, ke arah tubuhnya tanpa henti-hentinya. Semuanya ini akan berakhir, jika akusala karmanya telah terlunasi.

4. Roruva : daerah tertarus

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan masuknya nyala api dan asap ke tubuh, melalui sembilan lubang mis : telinga, hidung, mulut dan lain lain serta membakar di dalamnya. Dan pada akhirnya akan menimbulkan keperihan yang luar biasa. Derita ini akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya telah habis.

5. Maha roruva : daerah tertarus yang besar

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makh-luk makhluk yang dilahirkan di alam neraka ini, juga akan merasakan penderitaan yang luar biasa, ia dipanggang bagaikan sate di atas bara yang menyala. Ratapan dan tangisan yang menderu-deru, terdengar keras sekali di alam ini. Siksaan di alam ini juga akan berakhir, jika hutang-hutang akusala karma (perbuatan jahat) telah terlunasi.

6. Tapana : pembakar

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yang terlahirkan di alam ini, tubuhnya akan dibakar dengan tangan terikat di tiang besi yang panas dan lantainya menyala-nyala, diiringi dengan adanya api yang besar sekali. Sungguh derita yang menyakitkan sekali dan akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.

7. Patapa : pembakaran yang hebat

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini akan merasakan penderitaan yang luar biasa akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan di dera penderitaan yang luar biasa dan juga akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.

8. Avici : tanpa penghentian

Terlahirkan di neraka Avici adalah sebagai akibat dari melakukan 5 perbuatan durhaka (panca nantariya karma) yang terdiri dari : membunuh ibu, membunuh ayah, melukai Sang Buddha, membunuh arahat dan memecah belah Sangha (persaudaraan para Bhikkhu/Bhikkhuni). Di neraka Avici disaat ini, berdiam Devadatta yang mana di masa kehidupan Sang Buddha Gautama, sering berusaha mencelakakan Sang Buddha dan memecah belah Sangha.


Hindu

 
Neraka dalam pandangan agama hindu digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Ia adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan berbentuk kawah api yang panasnya beribu kali lipat dari panas api di dunia. Roh- roh yang banyak melakukan dosa di dunia akan mengalami penyiksaan ditusuk dengan tombak dan dipukuli dengan palu godam.

Di dalam Hindu sangat sedikit mantra ataupun sloka yang menjelaskan kosep Neraka mengingat Hindu mengakui terjadinya reinkarnasi atau proses kelahiran kembali dan konsep Moksha. Di Hindu Neraka dikatakan merupakan balasan yang diterima pada saat reinkarnasi atau dalam proses kelahiran kembali. Di dalamnya kita di berikan dua pilihan yang berdasar pada perbuatan kita pada masa hidup terdahulu, yaitu reinkarnasai Sorga atau reinkarnasi Neraka.


Yahudi


Menurut agama Yahudi, biasanya digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Neraka adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan. Di neraka terdapat kawah api yang terus berkobar-kobar yang panasnya seratus kali api bumi. Di sini roh-roh malang itu dipanggang. Di Neraka juga disediakan jenis penyiksaan yang lain, misalnya ditusuk dengan tombak atau dipukuli dengan palu godam.

Berapa lama roh-roh malang itu disiksa?

Tergantung dari kejahatan yang dilakukan di muka bumi. Ada yang singkat ada juga yang selama-lamanya.

Jika penghukum dengan cara penyiksaan itu dilakukan oleh manusia atau oleh suatu pemerintah di dunia ini, maka ia akan dikutuk sebagai orang atau pemerintah yang tidak beradab, sangat kejam, sadis dan tidak berperikemanusiaan sedikitpun.

Sumber : Kaskus

Minggu, 26 Juni 2011

Gambaran Neraka Menurut beberapa Versi Agama

Islam




Pintu (tingkat) neraka yang disebutkan di dalam Al Qur'an adalah:

1.Hawiyah

Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya. Surah Al-Qari'ah.

2.Jahiim

Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. Surah Asy-Syu'ara' dan Surah As-Saffat.

3.Saqar

Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad, tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Surah Al-Muddassir.

4.Lazhaa

Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. Surah Al-Ma’arij.

5.Huthamah

Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. Surah Al-Humazah.

6.Sa'iir

Neraka yang diisi oleh orang-orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim. Surah Al-Ahzab, Surah An-Nisa', Surah Al-Fath dan Surah Luqman.

7.Wail

Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa-dosa mereka. Surah Al-Tatfif dan Surah At-Tur.

Kristen

 
Dalam agama Kristen,Neraka terbagi dalam 3 tingkat,yaitu:

1.Syeol/Hades

Adalah tempat atau bagian dari neraka yang paling atas atau sama dengan tempat penantian. namun di dalam tempat penantian itupun banyak jiwa yang tidak luput dari pandangan para utusan neraka.

2.Gehenna/Neraka

Adalah tempat atau bagian tengah dari neraka. Siksaan di bagian ini lebih kejam daripada di hades.

3.Jurang tak berdasar.

Adalah bagian neraka yang paling dalam. Di tempat ini terdapat lautan api dan belerang dimana para jiwa yang berdosa direndam dalam lautan itu. Di tempat itu pula Allah memenjarakan Sang Naga atau Iblis yang akan dilepaskan pada masa tujuh tahun penderitaan.

Buddha


Agama Buddha — Didalam agama Buddha dijelaskan bahwa terdapat 8 Maha Niraya (neraka besar) terdiri dari :

1. Sanjiva 

Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Di alam ini, makhluk makhluknya dipotong-potong menjadi kepingan-kepingan yang tiada akhirnya.

2. Kalasuta : benang hitam

Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, tubuhnya dijelujuri (dijahit) dengan benang hitam dan dipukuli, dengan beliung sampai sisa-sisa akusala karma (perbuatan- perbuatan jahat) nya HABIS, barulah terbebaskan dari derita ini.
3. Sanghata : neraka penghancur

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan pernderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan terpaan/ terjangan benda-benda keras, mis : batu karang dari empat penjuru angin, ke arah tubuhnya tanpa henti-hentinya. Semuanya ini akan berakhir, jika akusala karmanya telah terlunasi.

4. Roruva : daerah tertarus

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan masuknya nyala api dan asap ke tubuh, melalui sembilan lubang mis : telinga, hidung, mulut dan lain lain serta membakar di dalamnya. Dan pada akhirnya akan menimbulkan keperihan yang luar biasa. Derita ini akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya telah habis.

5. Maha roruva : daerah tertarus yang besar

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makh-luk makhluk yang dilahirkan di alam neraka ini, juga akan merasakan penderitaan yang luar biasa, ia dipanggang bagaikan sate di atas bara yang menyala. Ratapan dan tangisan yang menderu-deru, terdengar keras sekali di alam ini. Siksaan di alam ini juga akan berakhir, jika hutang-hutang akusala karma (perbuatan jahat) telah terlunasi.

6. Tapana : pembakar

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yang terlahirkan di alam ini, tubuhnya akan dibakar dengan tangan terikat di tiang besi yang panas dan lantainya menyala-nyala, diiringi dengan adanya api yang besar sekali. Sungguh derita yang menyakitkan sekali dan akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.

7. Patapa : pembakaran yang hebat

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini akan merasakan penderitaan yang luar biasa akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan di dera penderitaan yang luar biasa dan juga akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.

8. Avici : tanpa penghentian

Terlahirkan di neraka Avici adalah sebagai akibat dari melakukan 5 perbuatan durhaka (panca nantariya karma) yang terdiri dari : membunuh ibu, membunuh ayah, melukai Sang Buddha, membunuh arahat dan memecah belah Sangha (persaudaraan para Bhikkhu/Bhikkhuni). Di neraka Avici disaat ini, berdiam Devadatta yang mana di masa kehidupan Sang Buddha Gautama, sering berusaha mencelakakan Sang Buddha dan memecah belah Sangha.

Hindu

 
Neraka dalam pandangan agama hindu digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Ia adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan berbentuk kawah api yang panasnya beribu kali lipat dari panas api di dunia. Roh- roh yang banyak melakukan dosa di dunia akan mengalami penyiksaan ditusuk dengan tombak dan dipukuli dengan palu godam.

Di dalam Hindu sangat sedikit mantra ataupun sloka yang menjelaskan kosep Neraka mengingat Hindu mengakui terjadinya reinkarnasi atau proses kelahiran kembali dan konsep Moksha. Di Hindu Neraka dikatakan merupakan balasan yang diterima pada saat reinkarnasi atau dalam proses kelahiran kembali. Di dalamnya kita di berikan dua pilihan yang berdasar pada perbuatan kita pada masa hidup terdahulu, yaitu reinkarnasai Sorga atau reinkarnasi Neraka.

Yahudi

 
Menurut agama Yahudi, biasanya digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Neraka adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan. Di neraka terdapat kawah api yang terus berkobar-kobar yang panasnya seratus kali api bumi. Di sini roh-roh malang itu dipanggang. Di Neraka juga disediakan jenis penyiksaan yang lain, misalnya ditusuk dengan tombak atau dipukuli dengan palu godam.
Berapa lama roh-roh malang itu disiksa? Tergantung dari kejahatan yang dilakukan di muka bumi. Ada yang singkat ada juga yang selama-lamanya.

Jika penghukum dengan cara penyiksaan itu dilakukan oleh manusia atau oleh suatu pemerintah di dunia ini, maka ia akan dikutuk sebagai orang atau pemerintah yang tidak beradab, sangat kejam, sadis dan tidak berperikemanusiaan sedikitpun.


Sabtu, 04 Juni 2011

Teori Asal-Usul Agama : Teori Sentimen Kemasyarakatan



          Teori ini berasal dari seorang filosof dan sosiolog dari Perancis. Emile Durkheim (1958-1917). Di bidang antropologi budaya, dia dikenal karena kritiknya terhadap teori Tylor tentang animisme. Menurut Durkheim, manusia pada awal perkembangan kebudayaannya belum dapat menyadari tentang faham “jiwa” yang abstrak, sebaga substansi yang berbeda dari utubuh atau jasmani. Apalagi tranformasi jiwa menjadi makhluk halus di luar hidup manusia adalah tidak dapat disadari oleh manusia primitif.

          Teori Durkheim berpusat pada beberapa pengertian dasar sbagai berikut :

1. Makhluk manusia, yang pertama kali mengembangkan hidupnya di bumi ini, mengemukakan aktivitas agamanya bukan karena mempunyai kesadaran tentang jiwa yang abstrak tetapi karena adanya suatu getaran jiwa, suatu emosi keagamaan, yang timbul dalam jiwa manusia karena adanya pengaruh rasa sentimen kemasyarakatan.
2.  Sentimen kemasyarakatan itu berada dalam batin manusia berupa suatu kompleks perasaaan yang mengandung rasa terikat, rasa bakti, rasa cinta dan sebagainya terhadap masyarakatnya sendiri, yang merupakan seluruh alam tempat ia hidup.
3.  Sentimen kemasyarakatan yang menyebabkan timbulnya emosi keagamaan, yang merupakan pangkal dari segal kelakuan agama, kadang-kadang menjadi lemah. Oleh karena itu perlu diadakan suatu kontraksi masyarakat, dalam arti mengumpul seluruh masyarakat dalam pertemuan-pertemuan besar.
4.    Emosi keagamaan yang timbul karena rasa sentimen kemasyarakatan memerlukan suatu objek tujuan yang mempunyai sifat keramat, sacred, berlawanan dengan objek-objek lain yang tidak mendapat nilai keagamaan, yaitu objek yang tidak keramat atau profane.
5.   Objek keramat tidak lain adalah suatu lambang masyarakat. Pada suku bangsa asli di Autralia misalnya, objek keramat itu sering berupa sejenis binatang, tumbuh-tumbuhan juga benda. Objek keramat ini disebut totem, yang mengkonkretkan prinsip konsep totem yang berada di belakangnya, yaitu suatu kelompok tertentu dalam masyarakat berupa clan.

Menurut Durkheim, emosi keagamaan atau sentimen kemasyarakatan merupakan inti dari setiap agama. Adapun tida lainnya, yaitu kontraksi masyarakat, kesadaran akan adanya objek keramat (sacred) dan tidak keramat (profane), serta totem sebagai lambang masyarakat, dimaksudkan untuk memelihara inti agama tadi. Ketiga-tiganya akan menjelmakan upacara, kepercayaan dan mitologi, yang selanjutnya akan menentukan bentuk lahir dari suatu agama dalam masyarakat tertentu.

Susunan tiap masyarakat dari beribu-ribu suku bangsa yang berbeda-beda dimuka bumi ini telah menentukan adanya beribu-ribu bentuk agama yang perbedaannya tampak dalam upacara-upacara, kepercayaan dan mitologinya.

Romdhon, A. Singgih Basuki dkk.Agama-Agama Di Dunia.IAIN Sunan Kalijaga Press. Yogyakarta.

Kamis, 02 Juni 2011

Teori Asal-Usul Agama : Teori Masa Krisis dan Teori Kekuatan Luar Biasa



Teori Masa Krisis

Teori ini berasal antara lain dari M. Crawley dalam bukunya Tree of Life (1905), juga A. Van Gennep dalam bukunya Rites de Passages. Menurut kedua sarjana ini, manusia mengalami banyak krisis yang menjadi objek perhatiannya dan sering menakutkan dalam hidupnya. Betapapun bahagianya orang, namun ia harus ingat akan timbulnya krisis itu, terutama yang berupa bencana sakit dan mati, yang tidak dapat dikuasainya dengan segala kepandaian, kekuasaan, atau harta yang dimilikinya.

Dalam jangka waktu hidup manusia, ada suatu masa dimana kemungkinan sakit dan mati sangat besar terjadi, misalnya pada masa kanak-kanak, masa peralihan dari masa pemuda ke dewasa, masa kehamilan, masa kelahiran dan lain sebagainya. Dalam menghadapi masa krisis itu manusia perlu melakukan perbuatan untuk memperteguh iman dan memperkuat dirinya. Perbuatan-perbuatan serupa itu, yang berwujud upacara-upacara yang dilakukan pada masa krisis-krisis tadi, merupakan bentuk agama manusia.


Teori Kekuatan Luar Biasa

Teori ini terutama dikemukakan oleh seorang antropolog dari Inggris R.R Marett, dalam bukunya The Threshold of Religion (1909). Ia mengecam teori jiwa yang dimajukan oleh Tylor, yang dikenal dengan animisme. Manurut Marett, kesadaran akan adanya jiwa sehingga meningkat pada makhluk halus aadlah terlampau kompleks bagi manusia primitif. Karena itu Marett mengajukan pandangannya yang baru, yaitu bahwa pangkal dari segala kekuatan agama adalah timbul karena adanya suatu perasaan rendah menghadapi gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa alam yang dianggap sebagai hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Alam tepat gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa itu berasal, yang dianggap manusia sebagai tempat adanya kekuatan-kekuatan yang melebihi kekuatan-kekuatan yang telah dikenal manusia dalam alam sekelilingnya, disebut dengan The Supernatural. Gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa yang luar biasa itu dianggap akibat dari suatu kekuatan supernatural atau kekuatan sakti.

Kepercayaan terhadap suatu kekuatan sakti di balik gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa alam yang luar biasa itu merupakan suatu bentuk kepercayaan yang ada pada manusia sebelum ia percaya kepada makhluk halus atau ruh yang oleh Tylor disebut animisme. Inilah sebabya bentuk religi semacam ini disebut oleh Marett dengan Praenimisme.

Romdhon, A. Singgih Basuki dkk.Agama-Agama Di Dunia.IAIN Sunan Kalijaga Press. Yogyakarta.

Rabu, 01 Juni 2011

Dinamisme : Konsep Kepercayaan “Magi”



1.       Pengertian “Magi”

Magi berasal dari bahasa Persia “maga” yang berarti iman ataupendeta dalam agama Zoroaster yang tuganya adalah mengembangkan dan melihara kelestarian agamanya serta memimpin segala macam upacra keagamaan. Atas jerih payah golongan maga ini agma Zoroaster dapat tersebar luas keseluruh Persia.

Magi sering dakatakan erat hubungnnya dengan sihir. Tetapi, menurut Hinog, kata tersebut semula berarti iman, sehingga anhe sekali bila magi berhubungan dengan sihir termasuk perbuatan yag sangat tidak baik. Namun magi justru berarti ilmu sihir. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh orang-orang Yunani yang mengacaukan iman-iman dengan ahli-ahli sihir. Lebih lanjut magi berarti penguasa segala sesuatu yang berhubungan dengan rohani manusia, pelopor perbuatan-perbuatan yang misterius, juga dengan menyiksa manusia dengan berbagai cobaan.

Sebenarnya menurut kepercayaan masyarakat primitif pengertian magi ialah luas daripada sihir, karena yang dikatakan magi menurut kepercayaan mereka adalah suatu cara berfikir dan suatu cara hidup yang mempunyai arti lebih tinggi daripada apa yang diperbuat oleh seorang ahli sihir. Orang yang percaya dan menjalankan magi mendasarkan pada dua hal, yaitu :

a.     Bahwa dunia ini penuh dengan daya-daya gaib, yang disebut daya-daya alam oleh orang modern.
b.     Bahwa daya-daya gaib tersebut dapat digunakan ,tetapi penggunaannya tidak dengan akal pikiran melainkan dengan cara-cara yang irrasional.

Orang yang ahli mempergunakan daya-daya gaib tersebut, dapat berbuat sebaliknya, yaitu mematahkan daya gaib dengan cara yang irrasional yang menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Perbuatan itulah yang disebut perbuatan magis, dan pegetahuan tentang cara menggunakan atau mematahkan daya gaib itu disebut dengan ilmu magis atau ilmu sihir.

Lebih lanjut Frazer mengemukakan asal usul magi tersebut. Pada mulanya manusia memecahkan persoalan hidup akal dan sistem pengetahuannya, tetapi ternyata akal dan sistem pengetahuan tersebut terbatas. Makin terbelakang kebudayaan manusia, makin sempit lingkaran batas akalnya. Soal-soal yang tidak dapat dipecahkan dengan akalnya dipecahkan dengan magi atau ilmu gaib. Waktu itu agama belum ada dalam kebudayaan manusia. Lama kelamaan terbukti pula bahwa banyak tindakan magi itu tidak ada hasilnya, sehingga mulailah manusia yakin bahwa alam ini didiami oleh makhluk-makhluk halus yang lebih berkuasa daripada dirinya. Kemudian mulailah menusia mencoba mencari hubungan dengan makhluk-makhluk halus tersebut, sehingga kemudian timbullah apa yang dinamakan agama.

2.       Macam-Macam Magi

Honig membagi magi menjadi dua macam, white magic (magi puttih) dan black magic. Magi putih adalah magi yang dilakukan secara bersama-sama dan untuk kepentingan bersama pula. Contohnya adalah tindakan untuk memanggil atau mencegah turunnya hujan menolak bencana penyakit dan sebagainya. Magi hitam adalah magi yang dilakukan secara perorangan dan biasanya digunakan untuk kepentingan pribadi, semisal tenung.

Selain itu, Frazer membagi magi menjadi dua pula, yaitu :
A.     Positif Magic atau Public Magic, yaitu magi yang harus dilakukan untuk mendatangkan akibat yang diharapkan. Magi positif ini di bagi lagi menjadi dua bagian :

·        Immitative Magic, atau disebut juga Homopathic Maigic, yaitu magi yang didasarkan atas asosiasi ide, lantaran ada persamaan sehingga dilakukan berdasarkan pengertian bahwa segala sesuatu yang mirip bentuknya adalah sama (law of similarity).
·        Contagious Magic, yaitu magi yang didasarkan atas asosiasi ide tentang adanya hubungan atau kontak magi ini dilaksanakan dengan kepercayaan bahwa segala sesuatu yang sudah pernah berhubungan sebelumnya akan selalu berhubungan satu sama lain meskipun sudah berjauhan temptanya.

Kedua macam magi positif ini disebut pula Sympathetic Magic (law of sympathy).

B.     Negative Magic atau Private Magic, yaitu magi dalam pengertian yang sama dengan magi hitam.

Frazer juga membedakan antara magi dengan ilmu magi. Jika magi dilihat sebagi seuatu sistem hukum alam, maka magi terbseut disebut Theoritical Magic atau Magic as pseudo-Science, dan bila magi dilihat sebagai suatu segi dari perutan manusia untuk mencapai sesuatu tujuan maka disebut dengan Practical Magic atau Magic as pseudo-Art.

3.       Kedudukan Magi

Dalam masyarakat primitif, kedudukan magi sangat penting. Boleh dikatakan semua upacara keagamaan, sikap hidup orang-orang primitif, terutama sikap  rohani mereka, adalah bersifat magis karena magi merupakan segala perubatan atau abstensi dari segala perbuatan mereka untuk mencapai suatu maksud tertentu melalui kekuatan-kekuatan yang ada di alam gaib.

Manusia primitif berusaha mengisi segala alat perlengkapan hidup dan kehidupan mereka dengan daya-daya gaib. Keris dibuat dan diisi dengan daya gaib. Begitu pula hal dengan tombak untuk berburu, bajak untuk menyuburkan tanah dan sebagainya. Bercocok tanam, mendirikan rumah, berburu dan lain-lainnya dilakukan secara magis.

Sukap hidup primitif adalah sikap hidup magis.  Ini berarti bahwa sikap hidup tersebut adalah suatu perlawanan terhadap kekuasaan-kekuasaan yang dijumpai. Manusia primitif tidak tunduk terhadap kekuasaan tersebut, melainkan berusaha menaklukannya. Manusia primitif memaksa tanah agar menjadi subur, binatang buruan agar mudah ditangkap, musuh agar bertekuk lutut dan sebagainya, dengan memusatkan segala kekuatan ke dalam dirinya dengan cara-cara yang irrasional. Manusia magis membuat dunia bagi dirinya sendiri, dan dalam dunia ciptaannya itu hanya dia sendiri yang berkuasa.

Romdhon, A. Singgih Basuki dkk.Agama-Agama Di Dunia.IAIN Sunan Kalijaga Press. Yogyakarta.