Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2011

Inilah 10 Agama Terbesar Di Dunia




1.       Kristen (2.1 milyar)
Agama Kristen adalah sebuahkepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitanYesus Kristus atau Isa Almasih. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhandan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia daridosa.


2.       Islam (1.5 milyar)
Pengikut ajaran Islam dikenaldengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepadaTuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimatbagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepadamanusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengansungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus kedunia oleh Allah.


3.  Agnostic/ agama yang berpandanganbahwa Tuhan tidak dapat diketahui (1.1 milyar)
Agnostisisme adalah suatupandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu yangumumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, danlainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas.Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahuisecara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau , dapatdikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namunsecara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapatdiverifikasi.


4.       Hindu (1 milyar)
Agama Hindu (Bahasa Sanskerta:Sanātana Dharma सनातन धर्म "Kebenaran Abadi" ), dan Vaidika-Dharma("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang berasal dari anakbenua India.Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaanbangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM.


5.       Chinese traditional/Tionghoa (400juta)
Kepercayaan tradisional Tionghoaialah tradisi kepercayaan rakyat yang dipercayai oleh kebanyakan bangsaTionghoa dari suku Han. Kepercayaan ini tidak mempunyai kitab suci resmi dansering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat antaralain Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Kepercayaan tradisional Tionghoa inijuga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datukdi kalangan Tionghoa di Sumatera sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.


6.       Buddha (380 juta)
Buddha (Sanskerta: बुद्ध berarti.Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan sejati. dari perkataan Sanskerta:"Budh", untuk mengetahui) merupakan gelar kepada individu yangmenyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembangkesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia sering digunakan untuk merujukSiddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha (dianggap "Buddhabagi waktu ini"). Dalam penggunaan lain, ia merupakan tarikan dan contohbagi manusia yang telah sadar.


7.       Indigenious (300 juta)
Indigenious adalah orang-orang,komunitas, dan bangsa yang asli di daerah tertentu.
Banyak adat budaya merupakan minoritas yang menonjol dalam masyarakatmayoritas-budaya kebarat-baratan, dan mereka biasanya bermaksud menujumelestarikan, menghidupkan, dan meningkatkan kohesi dan keunikan nilai-nilaitradisional mereka sosial dan adat istiadat, bersama dengan upaya sungguh-sungguhuntuk mengirimkan pengetahuan ini untuk generasi mendatang Beberapa formulasiditerima secara luas,. Namun, yang berusaha untuk mendefinisikan berbagaiistilah masyarakat adat telah dikemukakan oleh beberapa organisasi terkemukadan diakui secara internasional lainnya, seperti Organisasi PerburuhanInternasional dan Bank Dunia.


8.       African traditional (100 juta)
Agama-agama tradisional Afrikaadalah istilah yang merujuk pada berbagai agama adat untuk benua Afrika.


9.       Sikh (25 juta)
Sikhisme (bahasa Punjabi: ਸਿੱਖੀ) adalah salah satu agamaterbesar di dunia. Agama ini berkembang terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. KataSikhisme berasal dari kata Sikh, yang berarti "murid" atau"pelajar". Kepercayaan-kepercayaan utama dalam Sikhisme adalah: Percayadalam satu Tuhan yang pantheistik. Kalimat pembuka dalam naskah-naskah Sikhhanya sepanjang dua kata, dan mencerminkan kepercayaan dasar seluruh umat yangtaat pada ajaran-ajaran dalam Sikhisme: Ek Onkar (Satu Tuhan). Ajaran SepuluhGuru Sikh (serta para cendekiawan Muslim dan Hindu yang diterima) dapatditemukan dalam Guru Granth Sahib.


10.  Yahudi {20 juta(13 juta di tahun2002)}
Yahudi adalah istilah yang merujukkepada sebuah agama atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepadaumat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepadaketurunan Eber (Kejadian 10:21) atau Yakub, anak Ishak, anak Abraham (Ibrahim)dan Sarah. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi tetapiberidentitas Yahudi dari segi tradisi. Agama Yahudi adalah kombinasi antaraagama dan suku bangsa. Agama Yahudi dibahas lebih lanjut dalam artikel agamaYahudi; artikel ini hanya membahas dari segi suku bangsa saja. Kepercayaansemata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Disamping itu, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidakmenjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudiundang-undang kerajaan Israeltidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain.

Sumber : Kaskus



Sabtu, 26 November 2011

Belajar Dari Pohon Kelapa



Kelapa adalah buah yang memiliki multimanfaat. Mulai dari akar, batang, daun, dahan, hingga buahnya. Akarnya bisa dijadikan bahan kayu bakar dan kerajinan seni. Batangnya bisa digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Daunnya bisa buat janur pernikahan maupun tempat untuk ketupat. Lidinya bisa dibuat sapu. Kemudian buahnya, antara air dan isinya, juga mengandung banyak manfaat.

Air kelapa mengandung beragam zat-zat yang menyegarkan tubuh. Ia bisa digunakan sebagai penawar racun dan bahan pengembang untuk membuat roti. Daging (isi) buah kelapa yang masih muda sangat digemari sebagai bahan minuman, seperti es kelapa muda. Ia bisa juga diawetkan menjadi nata decoco, sebagai bahan makanan kudapan pedas atau tidak pedas, dan dapat diolah menjadi gula jawa. Buah kelapa, jika sudah tua isinya, diambil sarinya menjadi santan kelapa yang sangat dibutuhkan dalam membuat berbagai makanan dan masakan.

Itulah gambaran akan manfaat pohon kelapa. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan pikiran. Karenanya, sudah semestinya apabila kita bisa berkaca dari pohon kelapa tersebut. Sejauh mana manfaat diri kita, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, maupun bangsa kita. Rasulullah SAW bersabda; "Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi yang lainnya."

Bisa jadi kita terjebak dalam rutinitas setiap hari sehingga lupa akan potensi diri sendiri yang sebenarnya bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Memberi manfaat bagi tempat kerja dan keluarga adalah sesuatu yang wajib, tetapi memberi manfaat bagi lingkungan masyarakat di sekeliling kita terkadang terlupakan.

Apa pun profesinya, baik sebagai pedagang, guru, dosen, karyawan, pelajar, mahasiswa, buruh, wiraswasta, bupati, maupun beragam profesi lainnya, dituntut bisa bekerja secara profesional sekaligus memberi manfaat bagi lingkungannya. Namun, apa pun yang kita berikan, hendaknya dilandasi dengan niat tulus dan ikhlas. Gambaran ikhlas bisa kita contoh dan pelajari dari falsafah buah kelapa. Ia sudah terbukti memberi banyak manfaat, mulai dari akar hingga ujung daunnya.

Buah kelapa bisa dijadikan makanan atau kontributor bahan makanan. Sari dari buah kelapa adalah santan kelapa yang sangat banyak manfaatnya untuk bahan makanan. Sebelum menjadi santan, kelapa harus melalui banyak tahapan. Yang pertama saat kelapa dipetik terkadang dipotong keras dengan parang dengan sekuat tenaga. Beda perlakuannya saat memetik buah anggur atau buah halus lainnya, memetiknya dengan halus dan hati-hati.

Saat kelapa jatuh, tidak ada orang yang mau menangkapnya di bawah sehingga kelapa pasti dijatuhkan setelah dipetik. Kemudian, kelapa dikupas kulitnya dan dipecah sehingga terpisahlah air dengan dagingnya. Cara mengupas kulit dan memecahnya pun dengan keras, beda perlakuannya dengan buah yang lain. Setelah itu, kelapa diparut dan diambil air santannya. Dan setelah menjadi santan, ia bisa digunakan untuk apa saja.

Itulah buah kelapa, begitu banyak manfaatnya untuk manusia. Sudah semestinya, demikian pula diri kita, bisa menjadi manfaat bagi orang lain, baik di lingkungan terdekat maupun yang lebih luas lagi.

Senin, 14 November 2011

Makna 7 Takbir dan 5 Takbir pada Shalat Ied




Bagi kaum muslimin shalat ied merupakan waktu yangpaling dinantikan setelah melaksanan kewajiban puasa selama sebulan penuh.Selain dapat berkumpul dengan keluarga, momen ini juga sangat ditunggu-tunggukarena seperti yang kita ketahui di hari itu kita bisa kembali dalam keadaanfitri layaknya bayi yang baru lahir. Namun apakah kita tahu makna dari 7 takbirpada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua pada saat shalat ied?Mungkin yang belum paham arti dari takbir-takbir tersebut akan menghitungsetiap takbir yang ada ketika shalat. Namun jika kita memahami maknatakbir-takbir tersebut, kita tidak perlu menghitungnya dan hanya mengikutimakna-makna yang akan ane jelasin sebentar lagi.

Makna 7 takbir pada rakaat pertama adalah bertujuanuntuk membersihkan alat-alat dosa yang berada di kepala kita. Yaitu mata kanan,mata kiri, mulut, telinga kanan, telinga kiri, lubang hidung kanan, dan lubanghidung kiri. Seperti yang kita ketahui bahwa kedua mata kita sering sekalimelihat yang tidak seharusnya kita lihat. Tak dapat dipungkiri kedua mata kitakerap kali membuat dosa tanpa kita sadari. Begitu pula mulut kita, selamamenjalani hidup sudah pasti memiliki dosa. Berbicara yang tidak seharusnya,berkata dusta dan masih banyak dosa yang mampu diciptakan oleh mulut kita.Begitu pula kedua telinga kita, terkadang suka mendengarkan hal-hal yangseharusnya tidak boleh di dengarkan. Begitu pula kedua lubang hidung kita pastimampu menciptakan dosa yang tidak kita sadari. Maka disaat shalat ied kitadapat memohon ampun kepada Allah dengan cara, ketika takbir pertama maka kitaniatkan "Ya Allah saya sengaja mensucikan dosa mata kanan sayakarena Allah Ta'ala" dan di lanjutkan dengan membaca tasbih (Subhanallahwalhamdulillah walailahaillallahuallahuakbar). Begitu pula takbir keduasampai takbir yang ketujuh sama seperti takbir pertama, melakukan takbir denganmembacakan niat yang sama namun niatnya disesuaikan menurut alat-alat dosa yangada.

Kemudian makna 5 takbir pada rakaat kedua adalahbertujuan untuk membersihkan alat-alat dosa juga yang berada di tubuh kita.Lima alat dosa tersebut adalah tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, kaki kiridan yang terakhir adalah alat kelamin kita. Kedua tangan kita semasa hiduptentu telah banyak melakukan kesalahan dan dosa. Baik dosa kecil maupun dosakecil. Begitu pula kedua kaki kita, terkadang tidak sadar melangkahkan kaki ketempat yang tidak pantas kita kunjungi. Dan alat kelamin kita yang merupakanalat dosa yang harus benar-benar kita minta pengampunan dosa. Sebab alat dosakita yang satu inilah merupakan alat dosa yang paling produktif dalammenciptakan dosa. Cara yang dilakukan sama seperti pada rakaat pertama yakniketika takbir pertama niatkan "Ya Allah saya sengaja mensucikan dosatangan kanan saya karena Allah Ta'ala" dan di lanjutkan dengan membacatasbih (Subhanallah walhamdulillah walailahaillallahuallahuakbar).Begitu pula takbir kedua sampai takbir yang kelima sama seperti takbir pertama,melakukan takbir dengan membacakan niat yang sama namun niatnya disesuaikanmenurut alat-alat dosa yang ada.

Sumber : Kaskus

Rabu, 31 Agustus 2011

Tanda-tanda Kiamat dari berbagai Agama











Kiamat biasanya merujuk kepada tulisan eskatologis dalam ketiga agama
Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Akhir zaman seringkali
digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh kesusahan yang
mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan. Mesias
adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allah dan
mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran
terinci tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing
yang dipelajari. Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan
tentang akhir zaman, yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan,
tradisi, dan perilaku:





1. Yudaisme




Akhir Zaman dalam eskatologi Yahudi meliputi sejumlah tema yang saling terkait:





* Mesianisme Yahudi



- Pengumpulan kembali orang-orang yang hidup di pembuangan;



- Pembangunan kembali Bait Suci;



- Kurban binatang atau Korba.





* Dunia yang Akan Datang (Olam ha-Ba)



sebuah istilah yang ambigu yang mungkin merujuk kepada kehidupan
setelah kematian, dunia mesianik, atau kehidupan setelah kebangkitan.





2. Talmud




Menurut tradisi Yahudi, mereka yang hidup pada akhir zaman akan menyaksikan:





1. Dikumpulkannya orang-orang Yahudi di pembuangan ke Israel yang ada secara geografis;



2. Dikalahkannya semua musuh Israel;



3. Pembangunan (atau penempatan oleh Allah) kenisah di Yerusalem dan
dipulihkannya kembali persembahan kurban dan ibadah di Kenisah;



4. Kebangkitan orang mati (techiat hameitim), atau Kebangkitan;



5. Pada suatu saat, Mesias Yahudi akan menjadi Raja Israel. Ia akan
memisah-misahkan orang-orang Yahudi di Israel menurut bagian-bagian
wilayah sukunya yang asli di negeri Israel. Pada masa ini, Gog, raja
Magog, akan menyerang Israel. Siapa Gog dan negara Magog itu tidak
diketahui. Magog akan bertempur dalam suatu pertempuran hebat, yang
mengakibatkan jauh korban yang besar di kedua belah pihak, tetapi Allah
akan ikut campur dan menyelamatkan orang-orang Yahudi. Ini adalah
pertempuran yang dirujuk sebagai Harmagedon. Setelah memusnahkan
musuh-musuh terakhir ini untuk selama-lamanya, Allah akan mengenyahkan
semua kejahatan dari keberadaan manusia. Setelah tahun 6000 (dalam
kalender Yahudi), milenium ketujuh adalah masa kesucian, ketenangan,
kehidupan rohani, dan perdamaian di seluruh dunia, yang disebut sebagai
Olam Haba (Dunia Masa Depan), di mana semua orang akan mengenal Allah
secara langsung.





3. Kristen




Menurut Perjanjian Baru:





Dalam Perjanjian Baru, Yesus merujuk kepadanya sebagai 'Penderitaan Besar', 'Penyiksaan', dan 'hari-hari pembalasan'.





Matius 24:15-22: “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di
tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel — para
pembaca hendaklah memperhatikannya — maka orang-orang yang di Yudea
haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan
di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari
rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk
mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang
menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan
diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum
pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan
terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari
segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena
orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat."





Markus 13:14-20: “Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat
yang tidak sepatutnya — para pembaca hendaklah memperhatikannya — maka
orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang
yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk
untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang
janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang
sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya
semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin. Sebab pada masa itu akan
terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang
diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan
sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang
hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang
pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya."





Source : Kakskus


Minggu, 28 Agustus 2011

Alasan yang membuat wanita jatuh cinta pada Islam













Banyak alasan yang membuat kaum wanita jatuh
cinta kepada Islam.  Banyak ‘kejutan’ dan respon yang mengungkapkan
tentang “ketertindasan” yang dialami kaum wanita di “negara-negara Islam
konservatif” terkait masalah jilbab. Sudah ribuan buku dan tulisan yang
membahas tentang hal ini.


Namun meskipun demikian, kita tak bisa
memungkiri ada ribuan atau bahkan jutaan wanita yang lebih memilih untuk
menutup auratnya dengan jilbab (red: hijab) meskipun ia tengah berada dalam
komunitas masyarakat yang bebas.


Mengapa permasalahan tentang wanita yang
mengenakan hijab terus diwacanakan? Pendapat tentang sepotong “kain” yang mampu
menindas kaum wanita adalah opini yang konyol dan mengada-ada. Pada
kenyataannya, kebanyakan dari kaum wanita merasa bahwa jilbab (hijab) telah
dibebaskan pada mereka dalam banyak cara.


Para perempuan Muslim tidak lagi tunduk pada
degradasi seksual perempuan dalam masyarakat jika mereka memakai jilbabnya.
Pernahkah Anda mendengar seorang wanita waras meminta untuk ditindas atau
rusak? Pastilah tak ada seorang pun yang berpikir demikian. Percayalah inilah
yang dirasakan oleh para perempuan Muslim di seluruh dunia.


Tentu saja Islam tidak melulu tentang
jilbab. Jilbab adalah suatu aplikasi aktual terhadap keimanan dan ketaatan
kepada Allah.  Meskipun demikian, kewajiban akan pemakaian hijab adalah
bersifat fardhu ‘ain bagi kaum Hawa.


Iman Islam didasarkan pada beberapa prinsip,
yang pertama dan paling penting adalah konsep Allah yang Esa. Agung dan Kekal,
Tak Terbatas dan Maha Perkasa, Maha Penyayang dan Pengasih, Pencipta dan
Penyedia. Allah tidak memiliki ayah maupun ibu, tidak anak-anak juga. Dia
bukanlah ayah dari siapa pun. Tidak ada yang sama dengan-Nya. Ia adalah Allah
seluruh umat manusia, bukan dari suku atau ras tertentu.


Konsep ini jelas sangat menarik bagi orang
yang mempelajari Islam karena itu adalah logis, sederhana dan adil. Dalam dunia
yang kompleks dan sering ceroboh, kesederhanaan sangat menarik bagi wanita. Hal
pertama yang menonjol tentang Islam adalah konsep Allah yang Esa, Tauhid.


Selain itu, –yang mungkin menarik bagi kaum
wanita– adalah Islam banyak membahas permasalahan terkait wanita. Meskipun
tidak hanya terbatas tentang hal itu (wanita). Islam sendiri membahas
permasalahan yang terkait dengan seluruh umat manusia, kaum muda, tua, sakit
dan orang tak berdaya, dan orang kaya dan kuat. Islam bahkan membahas mengenai
kaum non muslim.


Islam juga berlaku di zaman modern. Hal-hal
yang ditulis 1400 tahun yang lalu masih bisa diterapkan untuk saat ini dan masa
yang akan datang. Hebatnya, banyak permasalahan terkait wanita ditunjukan
solusinya melalui Quran dan Sunnah (kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa salam).


Banyak para wanita yang bertanya-tanya
tentang hikmah di balik banyaknya jumlah istri Rasulullah Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa salam.
Setiap salah satu dari istri beliau memainkan peran tertentu dalam Islam dan
sering disebut kembali ketika mencari penyelesaian masalah oleh perempuan.


Sebagai contoh, istri pertama Rasulullah shallalahu alaihi wa salam,
Khadijah (ra.) yang jauh lebih tua dari beliau 15 tahun, seorang wanita bisnis
kaya. Dalam hal ini terdapat tauladan bagaimana ketika seorang Muslim menikahi
seorang wanita yang usia jauh di atasnya dan dengan kekayaan yang lebih besar
darinya. Rasulullah SAW memberikan contoh dan tauladan bagaiman menempatkan
diri sebagai seorang suami.


Sementara itu, kenyataan lain bagi perempuan
adalah fakta bahwa seorang suami dan ayah, serta saudara dan paman diperintahkan
untuk melindunginya. Ini merupakan hukum alam terkait seorang wanita. Seorang
gadis tumbuh menjadi wanita yang aman ketika ia memiliki keluarga yang
melindunginya. Ketika dia melihat pria di sekelilingnya yang kuat, berani dan
terhormat ia pun mampu mengembangkan harga diri yang kuat.


Ketika dia tumbuh dan menikah dan menjadi
seorang ibu, pasti dia ingin perlindungan suaminya untuk dirinya sendiri dan
keturunannya. Jika kita menyangkal bahwa perempuan adalah seperti halnya
laki-laki yang mampu dan berperan sama sebagai pelindung, pada dasarnya kita
menyangkal hakikat seorang wanita dan menurunkan posisi manusia. Manusia
memiliki tempat dan peran dalam keluarga dan begitu juga perempuan.


Beberapa aspek lain dalam Islam yang menarik
bagi wanita, misalnya hak untuk bekerja, hak untuk memiliki properti, hak untuk
warisan dan seterusnya. Meskipun semua hal-hal ini penting untuk seorang
wanita, hal tersebut mungkin tidak terlalu menarik bagi wanita saat ini karena
mereka telah mendapatkannya sekarang.


Namun apa yang mengesankan adalah bahwa
mereka diberi hak-hak ini 1400 tahun yang lalu saat sejarah perempuan dalam
masyarakat Barat dimarjinalkan sebagai “kelompok masyarakat” dengan intelektual
lebih rendah dari pria, tetapi juga sumber utama dari penindasan dan kejahatan.
Tetapi dalam Islam, sejak kedatangannya wanita telah mendapatkan tempat yang
mulia.


Faktor terakhir yang paling menarik bagi
seorang wanita terhadap Islam adalah kedudukan seorang istri, ibu dan keluarga.
Islam mendudukkan keluarga dan pernikahan dalam status yang tinggi. Ibu
mendapatkan posisi tertinggi di “mata” Islam. Ada banyak contoh dalam Al Quran,
salah satunya dalam surat Luqmaan 31:14-15:


Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat
baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.


“Dan
jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan
pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang
kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.


Istri diberi berdiri sangat tinggi dan
mempunyai ‘kedudukan’ yang sama dengan laki-laki sebagai manusia. seperti yang
tersurat dalam Al-Nisa 4:19.


Hai orang-orang yang beriman, tidak halal
bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu
menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah
kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang
nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak
menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.


Dan
Nabi shallalahu alaihi wa salam
berkata: “Dan perlakukan wanita dengan kebaikan, dan perlakukan wanita dengan
kebaikan.”


Dari
Abu Hurairah ra ia berkata : Rasulullah shallalahu alaihi wa salam bersabda,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara
mereka akhlaqnya, dan yang paling baik diantara kamu sekalian adalah orang yang
paling baik terhadap istri mereka”. [HR. Tirmidzi]


“Sebaik-baik
di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan aku
adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap istriku.”
Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, 3895;
digolongkan sebagai shahih oleh al-Albani dalam Shahih Al-Jami ‘, 3314.


Saat ini keberadaan sebuah keluarga seolah
berada di ambang kehancuran. Hal ini terjadi karena adanya  persimpangan
semua perbatasan peradabaan sekuler atas. Keluarga tidak lagi dinilai sebagai
wadah dalam membentuk generasi berperadaban, tetapi konsep tentang berkeluarga
seolah menjadi momok yang dikoar-koarkan tentang beban berat yang hendak
dipikul terkait permasalahan ekonomi dan kebebasan.


Opini tentang pernikahan adalah pasung bagi
kaum wanita adalah wacana konyol yang digemboskan oleh kaum feminisme, karena
pada faktanya Islam mengatur tentang setiap adab dalam perkawinan dimana wanita
diposisikan dengan kedudukan yang mulia dalam hubungan perkawinan dan keluarga.


Tentunya semua wanita menginginkan
kemenangan bagi anak-anak mereka dan keluarga. Masyarakat dan kehidupan mungkin
telah berubah dalam banyak cara, namun dalam banyak hal esensi keberadaan
manusia masih sama.


Kisah berikut adalah contoh moral yang
sangat baik tentang bagaimana Islam memandang perempuan. Orang-orang Yunani
Iliad karya Homer dan kami memiliki Mu’tasim.


Seorang wanita Muslim diserang oleh orang
Romawi di kota Roma. Dia tidak diperkosa seperti saudari kita di Palestina. Dia
tidak dibunuh seperti saudara kita di Bosnia. Bayinya tidak diambil dari
perutnya, seperti saudara muslim di Bosnia ketika mereka dipotong hidup-hidup.
Tidak ada yang seperti itu yang terjadi padanya.


Pelecehan yang terjadi padanya ‘hanyalah’
disibakkannya kerudung penutup kepalanya oleh tentara Romawi, kemudian
 dia berteriak minta keadilan agar haknya dilindungi oleh Penguasa Muslim
ketika itu, “Ya Mu’tasim”. Dan teriakan itu sampai di telinga Khalifah Mu’tasim
Billah.


Dalam suatu riwayat disebutkan Mu’tasim
menyuruh adzan keenam yang bertujuan untuk mengumpulkan semua umat Islam di masjid.
Dan mereka berkata, “Ada apa?”. Mu’tasim menjawab bahwa “Sebuah laporan telah
saya dengar, seorang saudari Muslim dilecehkan kehormatannya di sebuah kota
Romawi.”


Ia berkata “Wallahi, aku akan mengirim
tentara yang begitu besar sehingga saat mencapai rombongan tentara pertama yang
berangkat telah mencapai sana (kota tempat wanita tersebut tinggal, Roma),
rombongan tentara lain baru akan meninggalkan pangkalan kami. Dan saya akan
mengirimkan tentara ke kota itu.”


Ini adalah respon menentukan dari seorang
Khalifah, ketika kehormatan seorang saudari tersentuh. Bahkan kisah ini terus
dan tetap menjadi kisah dalam sejarah moral yang tetap sama. Dan hal ini juga
adalah alasan mengapa wanita mencintai Islam! Wallahua’lam.





Sumber:
Arrahmah.Com





10 Pintu Terbesar yang Dimasuki Syetan










Pintu-pintu
tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi.
Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui
cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi
adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami
akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan
biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.





Pintu pertama:


Ini
adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak.
Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan,
membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini
tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki
sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik
sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.



Pintu kedua:


Ini
juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal.
Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka
akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah
pada Allah.





Pintu ketiga:


Yaitu
sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada.
Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan
untuk tujuan ini.





Pintu keempat:


Yaitu
kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan
menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian
lainnya akan dia dapatkan di akhirat.





Pintu kelima:


Yaitu
tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan
berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat
seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya,
tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau
melarangnya dari kemungkaran.





Pinta keenam:


Yaitu
sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal
terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,


“Sifat
perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa
itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam
musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash
Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)





Pintu ketujuh:


Yaitu
cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana
pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut
miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.



Pintu kedelapan:


Yaitu
mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan
tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau
golongannya.





Pintu kesembilan:


Yaitu
mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah
yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam
masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.



Pintu kesepuluh:


Yaitu
selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk
sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya
dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari
udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari
‘aib orang lain.





Mudah-mudahan
info ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi diri saya pribadi.





Sumber
: Kaskus


Kamis, 25 Agustus 2011

Interaksi Iman dan Ilmu, Pencemaran Thermal








Antara
tumbuh-tumbuhan di pihak yang lain dengan manusia dan binatang di pihak yang
lain membentuk sistem yang dalam ungkapan bidal Melayu lama berbunyi: Seperti
aur dengan tebing, atau dalam ungkapan modern yang canggih bunyinya: Mutualis
simbiosis, suatu ekosistem saling menghidupi dan menghidupkan. Aur yang tumbuh
di tebing mendapat zat-zat yang dibutuhkan tanaman untuk bertumbuh. Akar-akar
aur menusuk ke dalam tanah di tebing untuk dapat mengisap zat-zat yang
dibutuhkannya itu. Di pihak yang lain tebing mendapatkan manfaat dari akar-akar
rumpun aur, tebing menjadi kuat, tidak mudah terban (tidak pakai g). 


Untuk dapat
hidup, manusia dan binatang harus mengisi perut, makan dan minum dan mengisap
udara, bernafas. Tujuan makan bukan untuk kenyang, karena itu hanya sekadar
kesan saja, melainkan makan pada hakekatnya adalah mengisi tubuh dengan bahan
bakar. Dan bernafas bukan hanya sekadar menghirup udara segar supaya tidak mati
lemas, melainkan mengisi tubuh dengan oksigen dari udara. Di dalam tubuh
manusia dan binatang terjadilah reaksi kimia yang disebut oksidasi. Reaksi
kimia ini menimbulkan panas dan proses tersebut disebut respirasi. Demikianlah
tubuh manusia dan binatang menjadi panas, dan panas ini dipertahankan suhunya
oleh suatu sistem yang musykil dalam tubuh manusia dan binatang, yaitu sistem
pengatur suhu. Menarik nafas artinya memasukkan oksigen ke dalam tubuh,
sedangkan mengeluarkan nafas artinya membuang sampah hasil pembakaran ke udara.
Sebenarnya yang dibuang ke udara itu pada hakekatnya hanya sejenis yang berupa
sampah dan yang lain tidak dipandang sampah. Yang epertama adalah karbon
dioksida, zat asam arang, CO2. Yang kedua adalah air dalam bentuk uap. Air yang
berasal dari menegeluarkan nafas ini dapat dilihat jika kita ada di tempat
dingin. Uap air itu mengembun di udara berupa titik-titik air yang halus,
kelihatannya seperti asap putih atau kabut. 


CO2 ayang
dihasilkan/dikeluarkan dari tubuh manusia dan binatang merupakan polutan, zat
pencemar yang mencemarkan udara. Pencemaran udara oleh CO2 ini bukan
semata-mata dari manusia dan binatang saja, melainkan, dan ini yang lebih
banyak, berasal dari budak-budak tenaga, energy slaves. Tidaklah
berperi-kemanusiaan, jika manusia memperbudak sesamanya manusia. Akan tetapi
oleh karena pada dasarnya manusia suka memperbudak, maka manusia memperbudak
binatang, tenaga otot binatang dimanfaatkan untuk bekerja. Setelah James Watt
mendapatkan mesin uap, maka manusia memproduksi budak-budak tenaga secara
massal, yaitu mesin-mesin yang dayanya lebih besar dari daya otot binatang. Dan
mesin-mesin ini menghasilkan CO2 jauh lebih banyak ketimbang CO2 yang berasal
dari manusia dan binatang. Sehingga sangat perlu sekali dilaksanakan birth
control terhadap budak-budak tenaga ini. Mengapa? Oleh karena CO2 ini adalah
zat pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran thermal, thermal pollution.
Bumi jadi panas, suhunya naik, es di kutub utara dan selatan mencair, air laut
naik, maka terjadilah banjir yang akan lebih hebat dari banjir di zaman Nabi
Nuh AS. Dan naiknya permukaan laut ini bukan teori omong kosong, betul-betul
naik menurut hasil intizhar atau observasi. 


Mengapa CO2
itu menjadi penyebab pencemaran thermal, informasinya seperti berikut: Lapisan
udara yang mengandung CO2 yang banyak, menyebabkan permukaan bumi ditutupi oleh
lapisan CO2. Ini menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. Di tempat yang
beriklim dingin, jika ingin menanam buah-buahan dan sayur-sauran yang
membutuhkan suhu yang lebih tinggi dari suhu udara luar, maka buah-buahan dan
sayur-sayuran itu ditanam di dalam rumah kaca. Gelas atau kaca adalah zat
bening, radiasi matahari gampang menerobos masuk. Radiasi matahari yang disebut
photon itu memukul molekul-molekul udara dalam rumah kaca. Getaran molekul udara
itu dipacu oleh photon itu, maka bertambah intensiflah getaran molekul udara
itu, yang membawa kesan fenomena naiknya suhu udara, karena itulah udara
bertambah panas. Kaca adalah penghantar panas yang jelek. Maka terperangkaplah
panas itu dalam rumah kaca. Photon mudah menerobos masuk, namun setelah tenaga
radiasi itu sudah ditransfer menjadi tenaga panas dalam rumah kaca, gelombang
panas tidak/kurang mampu menerobos keluar. Inilah efek rumah kaca. Juga CO2
adalah zat bening mudah ditembus photon matahari. Juga CO2 adalah zat pengantar
panas yang jelek. Maka terperangkaplah gelombang panas dalam ruang antara
lapisan CO2 dengan permukaan bumi, seperti halnya gelombang panas dalam rumah
kaca. 


Demikianlah
seterusnya gejala alam berupa naiknya suhu di permukaan bumi ini, atau
globalisasi thermal ini, maka Allah SWT memberikan informasi kepada ummat
manusia sejak lebih 14 abad yang lalu. Berfirman Allah SWT dalam Al Quran, S.
Yasin, ayat 80 sebagai berikut: Alladzie ja'alalakum minasysyajari-lakhdhari
naaran faidzaa antum minu tuuqiduun. artinya: Yaitu Yang menjadikan bagimu api
dalam (zat) hijau pohon dan dengan itu kamu dapat membakar. Sepintas lalu
secara common sence, kita menjumpai pertentangan antara akal dengan wahyu. Akal
kita mengatakan, bahwa api itu atau yang dibakar itu bukan dari pohon yang
hijau, melainkan dari kayu-kayuan dan daun-daunan yang kering berwarna coklat.
Ada kitab tafsir yang mencoba menjelaskan bahwa ada sejenis pohon yang dapat
dijadikan kayu bakar, walaupun masih hijau. Tetapi akal kita mengatakan bahwa
menurut qaidah bahasa Arab, bentuk mudzakkar (laki-laki) asysyjaru-lakhdhar
dalam ayat di atas menunjuk kepada pohon secara keseluruhan, bukan hanya
sekadar sejenis pohon. Kalaulah yang dimaksud hanya sejenis, atau sebahagian
pohon, maka harus memakai bentuk muannats (perempuan), yaitu
asysyaratu-lkhadhraau. Jadi penafsiran dalam kitab tafsir tersebut tidak/belum
dapat memecahkan permasalahan adanya pertentangan antara akal dengan
wahyu. 


Kalau
terjadi pertentangan antara akal dengan wahyu, maka akal harus mengalah.
Seperti telah dijelaskan dalam Seri 001, akal membutuhkan informasi untuk
berpikir. Akal harus mengalah kepada wahyu, oleh karena dalam keadaan yang
demikian itu adalah suatu isyarat bahwa akal membutuhkan informasi yang lebih
canggih untuk dapat merujuk akal itu kepada wahyu. Dan informasi ini bersumber
dari ilmu fisika, kimia, botani dengan pengkhususan anatomi tumbuh-tumbuhan.
Reaksi thermonuklir di matahari mentransfer wujud tenaga nuklir menjadi tenaga
radiasi yang berwujud sinar gamma yang menembus ke lapisan bagian luar dari
matahari. Sinar gamma itu mengalami penyusutan energi karena menembus lapisan
matahari itu. Setelah sampai di bagian luar sinar yang telah berdegradasi
energinya itu dikenal sebagai photon, lalu memancar ke sekeliling matahari,
antara lain menyiram permukaan bumi. 


Tumbuh-tumbuhan
dibangun oleh bahagian-bahagian kecil yang disebut sel. Di dalam inti sel
terdapat butir-butir pembawa zat warna. Yang terpenting di antara butir-butir
itu adalah pembawa zat warna hijau, yang disebut khlorophyl, zat hijau daun
(istilah ilmiyah dari bahasa Yunani, Kholoros = hijau, Phyllon = daun).
Khlorophyl ini menangkap photon dari matahari dan mengubah wujud tenaga photon
itu menjadi tenaga potensial kimiawi dalam makanan dan bahan bakar hidrokarbon
di dalam molekul-molekul melalui proses photosynthesis. Dalam proses
photosynthesis oleh khlorophyl ini dari bahan baku CO2 dan air dan photon
dihasilkan makanan dan bahan bakar hidrokarbon dan oksigen. Selanjutnya melalui
proses respirasi dalam tubuh manusia dan binatang dan budak-budak tenaga,
makanan dan bahan bakar itu dengan oksigen dari udara berubahlah pula menjadi
CO2 dan air. Demikianlah seterusnya daur atau siklus itu berlangsung.
Photosynthesis - CO2 dan air - respirasi - makanan, bahan bakar, dan oksigen.
Jadi tumbuh-tumbuhan mengambil CO2 dan mengeluarkan oksigen. Sebaliknya manusia
dan binatang mengambil oksigen dan mengeluarkan CO2. 


Secara
gampangnya asysyajaru-lakhdhar itu adalah pabrik makanan / bahan bakar dan
oksigen. Bahan mentahnya adalah air dan CO2. Mesin pabrik adalah photon dan
proses dalam pabrik yang mengolah air dan CO2 menjadi makanan / bahan bakar dan
oksigen disebut proses photosynthesis. Makanan dibakar dengan oksigen dalam
tubuh manusia, oksigen dihisap dari udara, demikian pula bahan bakar dibakar
dengan oksigen dalam mesin-mesin pabrik. Oksigen disedot dari udara. Itulah
ma'na minasysyajari-lakhdhari naaran faidzaa antum minhu tuuqiduun. Demikianlah
ilmu fisika, kimia, botani dengan pengkhususan anatomi tumbuh-tumbuhan membantu
kita untuk dapat memahami S. Yasin, ayat 80 dengan baik, memberikan informasi
yang cukup bagi akal kita, sehingga menghilangkan pertentangan antara akal
dengan wahyu. 


Alhasil,
jika informasi itu cukup lengkap bagi akal, akan hilanglah pertentangan antara
akal dengan wahyu. Pemakaian istilah asysyjaru-lakhdhar, zat hijau pohon dalam
Al Quran lebih tepat dari istilah ilmiyah khlorophyl, zat hijau daun, oleh
karena zat tersebut bukan hanya terdapat dalam daun saja, melainkan pada
seluruh bagian pohon asal masih berwarna hijau, mulai akar yang tersembul asal
masih hijau, dari batang asal masih hijau, cabang asal masih hijau, ranting,
daun, sampai ke pucuk serta buah yang masih hijau. 


Dari S.
Yasin, ayat 80 itu, dengan penjelasan berupa informasi dari ilmu fisika, kimia,
botani dengan pengkhususan anatomi tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu bantu untuk
dapat mengerti wahyu dengan baik dan jelas, dapatlah kita lihat bagaimana
pentingnya hutan. Bukan hanya sekadar mengendalikan air di dalam tanah dan
permukaan bumi, tidak banjir di musim hujan dan tidak kering di musim kemarau.
Akan tetapi, dan ini yang lebih penting, adalah untuk terjadinya daur:
tumbuh-tumbuhan penghasil oksigen, yang membutuhkan CO2 - manusia dan binatang
penghasil CO2, yang membutuhkan oksigen. Maka terjadilah seperti yang
diungkapkan oleh bidal Malatyu lama: seperti aur dengan tebing, mutualis
simbiosis. 


Demikianlah
uraian interaksi iman dan ilmu dalam ruang lingkup daur CO2 dan oksigen dalam
pengetahuan lingkungan khusus globalisasi pencemaran thermal dan pentingnya
hutan. WaLlahu a'lamu bishshawab. 





Sumber : H.Muh.Nur
Abdurrahman





Rabu, 24 Agustus 2011

Konfigurasi Wahyu, Akal dan Naluri; Ruang Lingkup Syariat







Orang dapat
menjalankan agama dengan baik, jikalau memahami ajaran agama itu dengan baik.
Supaya dapat memahami ajaran agama dengan baik, haruslah pula dapat memahami
wahyu dengan baik. Untuk dapat memahami wahyu dengan baik haruslah pula dapat
memahami informasi-informasi yang relevan dengan wahyu, seperti Hadis Nabi,
baik sabda mapun sunnahnya, dan ilmu-ilmu bantu yang diajarkan di
sekolah-sekolah umum, baik itu ilmu-ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu non eksakta.
Artinya wahyu tidak dapat dipahami dengan baik, jika tidak mempergunakan akal.
Walhasil akal sangat berguna untuk dapat memahami wahyu. 


Akallah yang
membedakan antara manusia dengan binatang. Pada binatang tidak ada kekuatan
lain dalam dirinya di atas nalurinya, sedangkan pada manusia ada akal di atas
nalurinya. Akal manusia tidak mampu membunuh naluri, namun akal mampu
menundukkan, mengarahkan dan mengendalikan nalurinya itu. Sungguhpun manusia
itu diciptakan Allah dengan sebaik-baik kejadian, karena diberi perlengkapan
akal, akan tetapi kalau akalnya tidak dapat mengendalikan nalurinya, maka akan
jatuhlah ia ke tempat yang serendah-rendahnya, lebih rendah dari binatang.
Konfigurasi Jibril, Rasulullah dan buraq pada waktu Isra, Jibril yang menuntun
Rasulullah yang mengendarai buraq, adalah suatu ibarat yang sangat relevan bagi
konfigurasi antara wahyu, akal dengan naluri, yaitu wahyu menuntun akal dan
akal mengendalikan naluri. 


Karena
manusia mempunyai naluri mempertahankan diri, maka manusia di dorong oleh
nalurinya itu untuk menonjolkan keakuannya, menonjolkan identitas dirinya.
Manusia adalah makhluk pribadi. Syariat Islam mengatur tatacara peribadatan
yang 'ubudiyyaat (mufrad, singular: 'ubudiyyah) untuk manusia sebagai makhluk
pribadi, yakni hubungan langsung antara manusia dengan Allah. Peribadatan yang
ubudiyyaat ini sangat pribadi sifatnya. Pelaksanaanya tidak boleh mewakili atau
diwakilkan kepada orang lain. Peribadatan yang ubudiyyaat inilah yang identik
dengan pengertian religion, religie, godsdienst dalam bahasa-bahasa barat.
Peribadatan yang 'ubudiyyaat ini sangat ketat: semua tidak boleh, kecuali yang
diperintahkan oleh Nash (Al Qur'an dan Hadits Shahih), mengenai cara, waktu dan
jumlah, bahkan ada yang mengenai tempat (ibadah Haji). Peribadatan yang
'ubudiyyaat ini dalam istilah populernya ialah ibadah yang ritual. Shalat
Maghrib misalnya sudah ditetapkan tiga rakaat. Akal tidak boleh berpikir
demikian: Empat lebih besar dari tiga. Jadi empat rakaat pahalanya lebih banyak
dari tiga rakaat. Maka lebih baik shalat Maghrib empat rakaat supaya pahalanya
lebih banyak. Dalam Syariat yang ketat ini, akal dibatasi kebebasannya. Akal
hanya dapat digunakan secara deskriptif, yaitu hanya boleh dipakai untuk
menjawab pertanyan: bagaimana, bilamana, berapa dan di mana, tidak boleh
dipakai untuk melayani pertanyaan: mengapa, misalnya pertanyaan seperti
berikut: Mengapa puasa wajib diperintahkan dalam bulan Ramadhan? 


Walaupun
manusia itu makhluk pribadi, namun manusia itu tidak dapat hidup nafsi-nafsi.
Cerita tentang Si Buta dan Si Lumpuh, Si Buta memikul Si Lumpuh di atas
bahunya, menunjukkan ibarat kerjasama yang baik. Saling mengisi di antara
keduanya, memakai kaki Si Buta untuk berjalan dan mempergunakan mata Si Lumpuh
untuk melihat. Manusia itu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan,
jadi tidak dapat hidup sendiri-sendiri, manusia itu saling membutuhkan di
antara sesamanya manusia. Manusia adalah makhluk bermasyarakat. 


Syariat
Islam juga mengatur pokok-pokok peribadatan yang mu'amalaat (mufrad: mu'amalah)
untuk manusia sebagai makhluk bermasyarakat. (Ibadah adalah segenap aktivitas
kita untuk mewujudkan nilai-nilai kebenaran utama yang mutlak menurut Al Quran
dalam kehidupan kita sehari-hari, berlandaskan aqiedah yang benar, dikerjakan
dengan ikhlas, mengharapkan ridha Allah SWT semata, lebih luas pengertiannya
dari bahasa-bahasa barat: religion, religie, godsdienst). Seperti misalnya
membuang beling dari jalanan itu adalah ibadah yang mu'amalah, jika diniatkan
ikhlas karena Allah, bukan karena penampilan, berbuat baik kepada sesama
manusia supaya mereka yang tidak bersepatu terhindar dari bencana luka akibat
menginjaknya. Peribadatan yang muamalaat ini adalah Syariat yang tidak ketat,
sifatnya terbuka: semua boleh, kecuali yang dilarang dan tidak bertentangan
dengan Nash. Dalam istilah populernya 'ibadah yang mu'amalaat disebut 'ibadah
yang non-ritual, yaitu cara, waktu, jumlah dan tempat tidak ditentukan oleh
Nash. 


Sebagai
contoh adalah pemakaian bedug di masjid. Kalau pemakaian bedug itu diniatkan
sebagai persyaratan untuk azan, maka ia menjadi sub sistem dari peribadatan
ubudiyyaat yang ketat. Jadi tidak boleh, karena Rasulullah tidak pernah
menyuruh pukul bedug di mesjid. Akan tetapi jika pemukulan bedug itu diniatkan
hanya sebagai sarana untuk interaksi sosial, yang fungsinya seperti loud
speaker, maka ini masuk dalam Syariat muamalah yang tidak ketat, semua boleh
kecuali yang dilarang dan tidak bertentangan dengan Nash. Nabi hanya pernah
melarang pemakaian lonceng di mesjid, sedangkan bedug tidak pernah dilarang,
jadi bedug boleh dipakai. Karena Syari'at yang mu'amalaat ini hanya diberikan
pokok-pokoknya saja, maka hal-hal yang mendetail dipikirkan oleh akal manusia.
Tentu saja hal yang mendetail ini sifatnya situasional, akibat hasil pekerjaan
akal yang relatif. Namun hasil akal yang situasional itu merupakan rahmat
Allah, jika akal itu penggunaannya dibatasi oleh aturan-aturan pokok Syari'at
Islam yang muamalaat. Dalam Syariat yang mu'amalaat ini akal lebih bebas, yaitu
boleh dipakai untuk melayani pertanyaan: mengapa, apa hikmahnya, sepanjang
masalah itu terletak di luar ruang lingkup aturan-aturan pokok Syari'at.
WaLlahu a'lamu bishshawab. 





Sumber : H.Muh.Nur
Abdurrahman








Peranan Wahyu dan Akal dalam Kehidupan










Makhluk
ciptaan Allah SWT di alam syahadah ini, seperti apa yang dapat kita amati,
dapat digolongkan dalam jenis-jenis: batu-batuan/mineral, tumbuh-tumbuhan,
binatang dan manusia. Allah SWT sebagai ArRabb mengatur alam syahadah dengan
hukum-hukumNya untuk mengendalikan berjenis-jenis ciptaanNya itu. Allah sebagai
ArRabb (Maha Pengatur) mengendalikan alam semesta dengan hukum-hukumNya yang
hingga kini baru dikenal oleh manusia sebagai: medan gravitasi, medan elektromagnet,
gaya kuat dan gaya lemah. 





Medan
gravitasi utamanya mengontrol makrokosmos, mengendalikan bintang-bintang.
Ketiga jenis yang lain mengontrol mikrokosmos. Medan elektromagnet mengontrol
pasangan proton (bermuatan +) dengan elektron (bermuatan -). Proton-proton
dalam inti atom yang saling tolak karena bermuatan sama, "direkat"
oleh gaya kuat. Sedangkan gaya lemah menyebabkan inti atom seperti misalnya
Thorium dan Uranium tidak stabil menjadi "lapuk" terbelah dengan
mengeluarkan sinar radioaktif, sehingga Thorium dan Uranium disebut pula zat
radioaktif. 





Di samping
ke-4 jenis itu hukum Allah mengendalikan pula tumbuh-tumbuhan dengan kekuatan
bertumbuh dan berkembang biak; kekuatan bertumbuh itu dapat melawan kekuatan
gravitasi yaitu bertumbuh ke atas melawan tarikan gravitasi ke bawah. Adapun
pada binatang ditambah pula lagi dengan kekuatan naluri dengan perlengkapan
pancaindera. Dengan kekuatan naluri dan perlengkapan pancaindera itu binatang
dapat bergerak ke mana saja menurut kemauannya atas dorongan nalurinya.





Allah
meniupkan ruh ke dalam diri manusia, yang tidak diberikanNya kepada makhluq
bumi yang lain. Karena manusia mempunyai ruh, ia mempunyai kekuatan ruhaniyah
yaitu akal. Dengan akal itu manusia mempunyai kesadaran akan wujud dirinya.
Dengan otak sebagai mekanisme, akal manusia dapat berpikir dan dengan qalbu
(hati nurani) sebagai mekanisme akal manusia dapat merasa. Allah menciptakan
manusia dalam keadaan, "fiy ahsani taqwiym" (95:4), sebaik-baik
kejadian. 





Kemampuan
akal untuk berpikir dan merasa bertumbuh sesuai dengan pertumbuhan diri
manusia. Agar manusia dapat mempergunakan akalnya untuk berpikir dan merasa, ia
perlu mendapatkan informasi dan pengalaman hidup. Mutu hasil pemikiran dan
renungan akal tergantung pada jumlah, mutu dan jenis informasi yang
didapatkannya dan dialaminya. Ilmu eksakta, non-eksakta, ilmu filsafat adalah
hasil olah akal dengan mekanisme otak. Kesenian dan ilmu tasawuf adalah hasil
olah akal dengan qalbu sebagai mekanisme. 





Hasil
pemikiran dan renungan anak tammatan SMA lebih bermutu ketimbang hasil
pemikiran anak tammatan SD, karena anak tammatan SMA lebih besar jumlah, lebih
bermutu dan lebih beragam jenis informasi yang diperolehnya dan pengalaman yang
dialaminya. Jadi kemampuan akal manusia itu relatif sifatnya, baik dalam hal
evolusi pertumbuhan mekanisme otak dan qalbunya, maupun dalam hal jumlah, mutu
dan ragam informasi yang diperolehnya dan dialaminya. Dengan demikian akan
relatif juga, baik untuk memikirkan pemecahan masalah, maupun untuk merenung
baik buruknya sesuatu. 





Oleh
karena akal manusia itu terbatas, Allah Yang Maha Pengatur (ArRabb) memberikan
pula sumber informasi berupa wahyu yang diturunkan kepada para Rasul yang
kemudian disebar luaskan kepada manusia. Nabi Muhammad RasuluLlah SAW adalah
nabi dan rasul yang terakhir. Setelah beliau, Allah tidak lagi menurunkan
wahyu. Dalam shalat kita minta kepada Allah: Ihdina shShira-tha lMustqiym
(1:6), tuntunlah kami ke jalan yang lurus. Maka Allah menjawab: Alif, Lam, Mim.
Dza-lika lKita-bu la- Rayba fiyhi Hudan lilMuttaqiyn (s. alBaqarah, 1-2),
inilah kitab tak ada keraguan dalamnya penuntun bagi Muttaqiyn (s. Sapi betina,
2:1-2). Al Quran yang tak ada keraguan dalamnya memberikan informasi kepada
manusia tentang perkara-perkara yang manusia tidak sanggup mendapatkannya
sendiri dengan kekuatan akalnya: 'Allama lInsa-na Ma-lam Ya'lam (s. al'Alaq,
5), (Allah) mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.





Kebenaran
mutlak (Al Haqq) tidak mungkin dapat dicapai oleh manusia dengan kekuatan
akalnya. Kebenaran mutlak tidak mungkin diperoleh dengan upaya pemikiran
mekanisme otak yang berwujud filsafat. Juga kebenaran mutlak tidak dapat
dicapai manusia dengan upaya renungan mekanisme qalbu dalam wujud tasawuf. Al
Haqq tidak dapat dicapai melalui filsafat ataupun tasawuf. Al Haqqu min
rabbikum (s. alKahf, 29), artinya Al Haqq itu dari Rabb kamu (s. Gua 18:29).
Alam ghaib juga tidak mungkin diketahui manusia dengan kekuatan akalnya.
Filsafat dan tasawuf tidak mungkin dapat menyentuh alam ghaib. 





Demikianlah
tolok ukur produk pemikiran dan renungan yang berupa filsafat dan tasawuf itu
adalah: "Dza-lika lKita-bu la- Rayba fiyhi Hudan lilMuttaqiyn".
Filsafat dan tasawuf harus dibingkai oleh Al Quran dan Hadits shahih, sebab
kalau tidak demikian, maka filsafat dan tasawuf itu menjadi liar.
Sungguh-sungguh suatu keniscayaan, para penganut dan pengamal filsafat dan
tasawuf tanpa kendali itu menjadi sesat. Terjadilah fenomena yang naif, lucu,
tetapi mengibakan, yaitu antara lain filosof itu berimajinasi tentang
pantheisme, sufi itu ber"kasyaf" terbuka hijab, merasa bersatu dengan
Allah. Adapun indikator penganut dan pengamal filsafat dan tasawuf tanpa
kendali itu, adalah upaya yang sia-sia untuk mempersatukan segala agama. Inilah
yang selalu kita mohonkan kepada Allah SAW setiap shalat, agar tidak terperosok
ke dalam golongan "Dha-lluwn", kaum sesat. 





Hudan
lilMuttaqiyn", demikianlah wahyu itu menuntun akal para Muttaqiyn untuk
berolah akal, yaitu berpikir/berfilsafat dan merasa/bertasawuf. Akal harus
ditempatkan di bawah wahyu dan ilmu filsafat serta ilmu tasawuf harus
ditempatkan di bawah iman, singkatnya wahyu di atas akal dan iman di atas ilmu.
WaLlahu a'lamu bishshawab. 





Sumber : H.Muh.Nur
Abdurrahman