Tampilkan postingan dengan label article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label article. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

6 Hal yang Paling Sering Dilakukan Cewe Di Toliet Umum


Kebanyakan pria pasti bingung, kenapa sih, perempuan selalu masuk ke toilet berombongan? Apakah keinginan untuk buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) itu otomatis akan sinkron antara satu orang dengan yang lain?

Namun, ada pertanyaan yang lebih menarik: apa saja sih, yang dilakukan perempuan di toilet? Mengapa mereka menghabiskan waktu begitu lama? Ternyata, tidak hanya BAK atau BAB. Menurut sebuah survei baru yang diadakan oleh perusahaan marketing research StrategyOne, 41 persen orang bergosip, 30 persen membicarakan pekerjaan, 20 persen membahas kehidupan seks, dan 16 persen membeberkan kisah cinta mereka.

Survei yang dirilis oleh Georgia-Pacific (pembuat tisu Quilted Northern) ini melibatkan hampir 1.300 pria dan wanita berusia 18-64 tahun. Dari survei tersebut, disimpulkan bahwa toilet bukan lagi sekadar tempat untuk BAK atau BAB, melainkan sebuah tempat sosial. Sebanyak 86 persen responden mengatakan sering membicarakan hal pribadi, namun 73 persen responden sepakat toilet umum sebaiknya tidak difungsikan sebagai ruang sosial.

Terlepas dari hasil survei ini, berikut enam hal yang biasa dilakukan perempuan ketika sedang berada di kamar kecil.

1. Bergunjing tentang orang lain. Sebanyak 86 persen orang yang disurvei mengakui bahwa mereka membicarakan apa saja dari kisah asmara di kantor hingga membicarakan rekan kerja yang jadi anak emas si bos. Mungkin bilik yang serba tertutup di toilet itu membuat rahasia yang dibeberkan menjadi lebih sakral, atau (ini yang lebih mungkin terjadi), merasa lebih aman karena tidak harus melakukan kontak mata dengan orang yang digunjingkan. Banyak juga yang bergosip melalui ponsel, sambil bersembunyi di salah satu bilik.

Tips: Jika ingin membicarakan orang lain, lakukan di tempat yang benar-benar pribadi. Bukan tak mungkin orang yang Anda bicarakan ternyata ada di dalam salah satu bilik, kan? Namun saran terbaik: berhentilah bergunjing tentang orang lain!

2. Menunggu orang yang sedang bergosip. Masih ada hubungannya dengan poin nomor satu, sebanyak 57 persen dari kita ternyata terganggu lho, mendengarkan orang yang sedang mengatakan hal-hal buruk tentang rekan kerjanya. Akhirnya, Anda terpaksa menunggu di dalam bilik karena tak ingin menjadi saksi pergunjingan tadi. Atau, bisa jadi jika orang yang dibicarakan ternyata ada di dalam salah satu bilik, dan langsung mendamprat orang yang bergosip tadi. Itu sebabnya mengapa sesi membuang hajat itu bisa berubah menjadi situasi yang kompetitif.

Tips: Jika Anda sedang di dalam bilik dan mendengar orang lain membicarakan Anda, segeralah keluar sebelum mereka selesai. Katakan dengan nada riang, "Oh, lagi ngomongin aku, ya? Ya udah, aku keluar dulu deh, biar kamu bebas ngomongnya."

3. Mencari bilik yang berada di tengah. Ini penemuan sepele namun cukup menarik. Nicholas Christenfeld, PhD, psikolog dari University of California, San Diego, menemukan bahwa 60 persen gulungan tisu toilet paling banyak tercecer di bilik bagian tengah. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi favorit perempuan di toilet adalah yang berada di tengah. Mengapa demikian? Karena hal itu menghemat otak kita dalam membuat keputusan serius: masuk ke bilik kiri atau kanan. Namun intinya, dalam urusan memilih bilik di toilet, perempuan pasti memilih bilik yang paling tidak menyerupai TKP kriminal.

Tips: Bilik manapun yang Anda pilih, pastikan tidak ada tisu, bungkus pembalut, atau apapun tercecer di lantai. Buang dengan cermat di tempat sampah.

4. Kadang-kadang, tidak membasuh lagi setelah buang air kecil.Penyebabnya hanya karena petugas cleaning service tidak juga menyediakan tisu yang baru, dan kita malu untuk meminta tisu pada orang di bilik sebelah. Sebanyak 56 persen perempuan yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak suka meminta-minta tisu seperti itu. Ini yang aneh, karena biasanya perempuan paling senang membicarakan hal-hal pribadi seperti soal kencan semalam atau malam pertama teman yang baru menikah. Mengapa minta tisu saja malu?

Tips: Untuk berjaga-jaga, bawalah tisu sendiri ketika sedang memasuki toilet umum, termasuk di kantor.

5. Melamun dan merokok. Ketika gedung-gedung perkantoran mulai memberlakukan larangan merokok di seputar tempat kerja seperti sekarang, banyak orang mencuri-curi tempat untuk merokok. Mereka yang melakukannya mengaku terpaksa, karena dorongan rasa suntuk yang berlebihan. Saat merokok, mereka juga memanfaatkan waktu untuk melamun, melupakan masalah pekerjaan untuk sejenak, atau menenangkan hati yang sedang kesal. O ya, banyak juga lho, perempuan yang masuk ke toilet untuk menangis!

Tips: Bila kantor Anda menerapkan larangan merokok di area kerja, taati sajalah peraturan tersebut. Kalau keinginan merokok sudah tak dapat ditahan, carilah tempat lain di luar gedung kantor, dimana Anda tidak akan mengganggu orang lain.

6. Dandan. Ya, dimana lagi perempuan bisa memuaskan keinginan untuk memulas kembali bedak, maskara, dan lipstik yang sudah luntur, tanpa mengundang perhatian orang lain, kecuali di toilet? Mereka juga bisa berganti pakaian dan menata kembali rambut yang acak-acakan. Di beberapa toilet di kafe atau hotel, biasanya juga disediakan parfum. Inilah sebabnya, perempuan gemar sekali berlama-lama di toilet.

Source

Kamis, 07 April 2011

Guntur Bertasybih Memujinya

Tiga juta guntur dalam setahun
Sumber energi yang bergerak pada kecepatn 96.000 km/jam dan melepaskan panas 30.000o.

Pernahkah anda berpikir bagaimana guntur–sebagai salah satu peristiwa atmosfir terhebat yang Allah ciptakan–itu tebentuk dan bagaimana ia mampu melepaskan sejumlah energi yang demikian besar?

Selama hujan, guntur dan kilat yang tersusun dari pembentukan cahaya-cahaya terang akibat pelepasan energi listrik di ruang atmosfir, sesungguhnya merupakan sumber energi yang menghasilkan listrik lebih besar dari pada ribuan pembangkit listrik–di samping sebagai fenomena iklim. Jawaban atas pertanyaan bagaimana sumber-sumber energi alam ini terbentuk dan betapa besarnya sumber-sumber tersebut melepaskan cahaya dan panas adalah sebuah keajaiban penciptaan yang mengungkapkan kebesaran dan keagungan Allah swt. yang abadi.

Kehebatan pembentukan dalam sekejap: keajaiban kilat dan petir

-          energi yang dilepas oleh sekali kilatan petir lebih besar dari pada energi yang dihasilkan seluruh pembangkit listrik di Amerika.
-          Satu kilatan petir dapat menyalakan 100 watt bola lampu selama lebih dari tiga bulan.
-          Pada titik sentuh petir ke bumi, cuaca memanas hingga 25.000o C. kecepatan kilatan petir 150.000 km/detik dan rata-rata ketebalannya 2,5-5 cm.
-          Petir menghasilkan molekul nitrogen yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan di Bumi utuk menunjang kehidupanya.
-          Setiap petir rata-rata memiliki 20.000 amper daya listrik. Seorang tukang las hanya menggunakan 250-400 amper untuk mengelas baja.
-          Petir bergerak pada kecepatan 150.000 km/detik, hampir setengah kecepatan cahaya dan 100.000 kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Suara yang dilepaskan oleh satu kilatan lebih besar dari pada cahaya 10 juta bola lampu berdaya 100 watt. Ini menerangkan; apabila setiap rumah di Istanbul menyalakan satu bola lampu, pancaran cahaya dari satu kilatan petir akan lebih besar. Allah menyatakan fenomena kilat yang menakjubkan ini seperti “…kilauan kilatnya hampir membutakan pandangan.” (al-Nûr: 43)

Bagaimanakah kilat terbentuk?

Udara–yang dipanaskan oleh cahaya matahari–naik membawa molekul-molekul air yang menguap di dalamnya. Ketika udara yang naik ini mencapai ketinggian 2-3 km, udara tesebut bersentuhan dengan lapisan udara dingin. Saat kenaikan udara, kristal-kristal es yang terbentuk di dalam awan melepaskan energi listrik statis yang terbentuk karena pergesekan. Energi listrik ini mengandung unsur positif (+) pada lapisan atas awan dan unsur negatif (-) pada lapisan bawahnya. Ketika awan cukup terisi untuk mengionisasi udara; maka petir terbentuk.

Mengapa bisa bergemuruh?

Petir memanaskan udara di sekitarnya hingga 30.000o C dalam sepersejuta detik. Udara yang dipanskan meluas, dan menyebarkan gelombang suara yang lebih cepat dari kecepatan suara; dengan tekanan 100 kali lebih besar dari tekanan atmosfir normal. Sama halnya dengan pesawat yang melintas dengan kecepatan suara, ini menyebabkan ledakan suara (gemuruh) di udara, sehingga dinamakan gemuruh/guntur.

Mengapa cahaya dan suara guntur tidak bersamaan mencapai bumi?

Ini dikarenakan suara guntur mencapai pendengaran kita dengan kecepatan suara (340 m/detik di udara); sedangkan petir mencapai visual (penglihatan ) kita dengan kecepatan cahaya (99, 793 km/detik). Ini menyebabkan perbedaan waktu antara dua peristiwa, dan dengan demikian membuat kilatan (petir) mencapai bumi lebih sebelum guntur.

Apa perbedaan antara kilat dan petir?

Ketika perbedaan muatan listrik menjadi lebih besar antara bumi dan awan, udara menjadi lebih mudah ditembus dari bumi ke awan; pelepasan energi listrik dimulai melalui saluran penghantar yang dibentuk oleh udara yang ditembus itu. Pelepasan energi listrik dari awan disebut dengan kilat, dan pelepasan energi listrik dari bumi disebut petir atau sambaran balik.

Kebenaran kilat yang dinyatakan dalam Qur’ân

Suratal-Ra’d–yang artinya “Guruh” atau “Guntur”–merupakan salah satu surat dalam Qur’ân. Allah memberitahukan bahwa guntur dibentuk oleh kilat yang bertasbih memujiNya: “Dan guruh bertasbih memujiNya (demikian pula) para malaikat karena takut kepadaNya…” (al-Ra’d: 13)

Sambaran kilat yang mengingatkan kita pada kematian

Pengalaman mereka yang selamat dari sambaran kilat yang dapat menyebabkan kematian ratusan orang setiap tahunnya, mengingatkan kita pada kematian dan juga pengungkapan ketakberdayaan seseorang di hadapan Allah. Kemungkinan seseorang tesambar petir adalah 1:700.000; akan tetapi tidak seharusnya seseorang meremehkan kemungkinan tersebut dan juga dampak yang dihasilkan. Menurut pengakuan mereka yang pernah tersambar petir, aliran listriknya–bahkan–dapat meledakkan kancing dan sleting baju dan seseorang dapat jatuh pingsan. Karena kerusakan otak yang dialaminya, seseorang yang dirawat secara intensif di rumah sakit harus belajar kembali bagaimana caranya berjalan, menelan makanan/minuman, atau dengan kata lain bagaimana caranya hidup kembali. Mereka relah menggambarkan bagaimana yang dirsakannya, dan ketika itu seola-olah mereka “hidup merana dan kemudian dihidupkan kembali.” Dalam Qur’ân, peristiwa yang sangat serupa terjadi ketika Allah tunjukkan pda kaum Nabi Musa as. Dengan keberanian yang keliru dan memalukan, bani Israel menuntut pada Nabi Musa as. agar mereka dapat melihat Allah dengan mata mereka, dan sementara menuntut, mereka ditunjukkan dampak kilat yang serupa. Pernyataan dalam ayat berikut “maka kilat menyambarmu hingga kamu mati” dan “kemudian kami membawamu kembali ke kehidupan setelah kamu mati,” menjadi petunjuk dari kenyataan bahwa mereka –ketika itu –merasa hidup kembali setelah jantungnya terhenti, akibat kejutan dan juga hilangnya kesadaran dan ingatan yang mereka alami. (Allah mengetahui yang terbaik) Berikut ini adalah ayat-ayat yang berhubungan dalam Qur’ân:

“Dan ingatlah ketika kamu berkata, “wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu seebelum kami melihat Allah dengan jelas,” maka petir menyambarmu, sedang kamu menyaksikan. Kemudian, kami membangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur.” (al-Baqarah: 55-56)

Sumber: Harun Yahya