Rabu, 22 Juni 2011

12 Kalimat “Jangan Menunggu” Yang Perlu Dihindari



Berikut ini adalah 12 kalimat “Jangan menunggu” yang perlu dihindari :
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum! Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia!

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah! Tapi bersedekahlah, maka kamu akan semakin kaya!

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak! Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi!

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli! Tapi pedulilah dengan orang lain, maka kamu akan dipedulikan!

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia! Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu!

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis! Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu!

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja! Tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu!

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai! Tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai!

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang! Tapi hiduplah dengan tenang, percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya!

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti! Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti!

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur! Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu!

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!


Tips Makan dan Minum Sebelum Lari Pagi


Persiapan minum sebelum lari pagi

Setelah tidur 7 sampai 8 jam, kemungkinan besar Anda akan terbangun dengan dehidrasi. Untuk itu, setidaknya minum 2 sampai 3 gelas air putih segera setelah Anda turun dari tempat tidur, terlebih bila Anda ingin melakukan lari pagi. Minum setidaknya 20 hingga 30 menit sebelum Anda jogging.

Jika Anda tidak terhidrasi dengan baik sebelum lari pagi, maka akan meningkatkan kemungkinan dehidrasi, menyebabkan kinerja menjadi buruk dan segudang masalah lainnya. Mengandalkan haus sebagai indikator dehidrasi tidaklah cukup. Jika Anda haus, maka Anda sudah mengalami dehidrasi.

Makan yang benar sebelum lari pagi

Banyak orang yang memulai lari pagi dengan perut kosong. Tapi itu adalah kesalahan besar. Latihan olahraga dengan perut kosong adalah ide yang buruk. Tentu saja, pada pagi hari hampir semua orang tidak memiliki cukup waktu untuk makan dan mencerna makanan. Bahkan, makan berat dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan stres gastronomis saat berlari.

Meskipun demikian, Anda dapat setidaknya mencoba makan sesuatu yang ringan seperti pisang atau sereal energi, sehingga tidak berolahraga dengan perut kosong. Tubuh membutuhkan bahan bakar untuk lari pagi, maka berolahraga dengan perut kosong kemungkinan besar akan membuat Anda lesu, mual dan tidak mampu untuk melakukan yang terbaik.

Namun, bila Anda berencana untuk melakukan lari pagi panjang, maka Anda perlu mengisi bahan bakar yang lebih sebelum lari pagi. Anda bisa makan karbohidrat kompleks dan protein, seperti beras merah, pasta gandum utuh, produk gandum, kentang rebus, ikan atau putih telur.

Hindari makanan yang dapat mengganggu perut atau menyebabkan stres gastronomis, seperti makanan yang berserat tinggi dan makanan berlemak.

Namun, setiap orang berbeda dan merespons makanan dengan cara yang berbeda. Karena itu, pastikan untuk mencoba makanan yang berbeda dan mencari tahu apa yang terbaik untuk memberi Anda energi.

Selasa, 21 Juni 2011

Sepuluh Kesulitan Yang Akan Dihadapi Manusia



  1. Kematian dan ketika menjelang kematian.

  2. Ketika dimandikan, dikafani, dan diusung.

  3. Ketika memasuki kubur dan apa saja yang ada di dalamnya.

  4. Menghadapi pertanyaan Mungkar dan Nakir.

  5. Ketika bangkit dari kubur lalu berkumpul di padang Mahsyar.

  6. Ketika berkumpul di padang Mahsyar untuk dihisab.

  7. Berdiri di depan Mizan untuk ditimbang amal-amalnya.

  8. Pembagian buku catatan amal, adakalanya diterima dengan tangan kanan dan adakalanya diterima dengan tangan kiri.

  9. Ketika melewati titian shirat yang berada di atas neraka jahannam.

  10. Neraka serta bentuk siksaan di dalamnya.


Itulah sepuluh kesulitan yang akan dihadapi manusia, jadi persiapkan sedini mungkin agar sepuluh kesulitan tersebut tidak menimpa kita di akhir kelak dan semoga kita tidak mengalami kesusahan dalam menghadapinya, amiiiiinn ;)

Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Al Ath-Thahthawi.Misteri Ruh, Mimpi, dan Orang-orang yang Hidup Setelah Mati.Citra Risalah.Jakarta Selatan: 2008.

Misteri Ruh: Hakikat Ruh



Apa sih ruh itu? Dimanakah ia sebelum masuk ke jasad? Dimanakah ia setelah keluar dari jasad? Apakah ia bergentayangan di alam kita ini? Apa benar ruh bisa di panggil dan dihadirkan? 

Ruh adalah suatu kekuatan yang menumbuhkan kehidupan di alam ini, baik pada tumbuh-tumbuhan, binatang, maupun manusia. Namun ia lebih dominan pada sesuatu yang memiliki kepekaan dan dapat bergerak, mempunyai akal dan dapat berfikir, yaitu binatang dan manusia. Memang tidak ada nash yang rinci untuk mengungkap hakikat ruh dan menta’rifkannya. Agama tidak membahas mengenai ruh secara rinci, sehingga pembahasan manusia mengenainya mungkin benar atau salah. para peneliti sendiri berbeda pendapat mengenai ruh, baik dari kalangan orang-orang terdahulu maupun orang-orang sekarang, sehingga membuahkan bayak pendapat serta pengertian. 

Imam Al-Alusi menyebutkan ada seribu pendapat di kalangan para peneliti mengenai ruh. Menurutnya ada dua pendapat yang paling kuat, lalu dia menyebutkan yang terkuat diantaranya. Yaitu, sesungguhnya ruh itu merupakan jisim nurani yang tinggi dan hidup, berlawanan dengan jisim yang dapat diraba. Ruh itu berjalan pada jisim, tidak dapat diurai, dan tidak dapat dibagi. Ia meniupkan kehdiupan dalam jisim selama jisim itu layak menerimanya. Ibnul-Qayyim sangat setuju dengan pendapat ini karena sesui dengan al-kitab, sunnah, dan ijma’ para sahabat. Bahkan ia juga sesui dengan dalil aqli. Meskipun demikian, pendapat ini masih elum bisa mengungkapkan secara jelas tentang hakikat ruh. Ia hanya menyebutkan ciri-cirinya scara khusus, dan belum bisa menjelaskan hakikat yang sebenarnya. 

Sebelum ruh masuk ke dalam jasad, para ulama berbeda pendapat mengenai keadaannya. Mereka juga berselisih apakah ruh itu qadim atau hadits dan berada di mana ia sebelum masuk ke dalam jasad. Kemudian kelompok yang berpendapat bahwa ruh itu hadits, berselisih mengenai waktu hadits (baru)nya, yakni hadits sebelum jasad atau sesudah jasad. Sedangkan kebanyakan nash hanya menyebutkan bahwa ruh itu ditiupkan ke dalam jasad setelah ia diciptakan, sehingga dari tiupan ruh itu ke dalam jasad akan menimbulkan sebuah kehidupan. Selanjutnya ruh itu akan mennggalkan jasad. Maka para ulama berbeda pendapat, dimanakah ruh itu setelah ia meninggalkan jasad? Yang disebutkan oleh nash agama bahwa ia akan keluar dari badan lalu menyebabkan kematian, namun ruh itu akan tetap dapat merasa. Ia mendengar salam yang ditujukan kepadanya, dan melihat orang yang berziarah kepadanya. Bahkan ia juga merasakan kenikmatan di surga atau penderitaan di neraka. Adapun tempta keberadaannya berbeda-beda sesui dengan ketingian derajatnya di sisi Alah swt.
Sesungguhnya tidak ada larangan dalam agama untuk berusaha mengungkap hakikat ru. Namu ia tetap merupakan rahasia yang tidak dibuka oleh Allah swt. kepada manusia. Dalam hal ini,seperi banyak hal lainnya yang banyak dirasakan kemanfaatannya oleh manusia tanpa diketahui keadaan yang sebenarnya. Pintu penelitian tetap terbuka, dan agama tidak melarangnya. Bahkan tidak ada dasar bagi kelompok yang mengharamkan penelitian terhadap ruh. Dalam surat Al-Isra’ ayat 85, Allah berfirman yang artinya :
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku.” 

Para ulama berpendapat bahwa sesungguhnya penjelasan tentang ruh telah ada dalam Al-Qur’an, dan sesungguhnya Allah telah menamakannya dengan’ruh’. “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (al-qur’an) dengan perintah Kami. (Q.S. Asy-Syuraa: 52). Jadi kedua ayat tersebut membenarkan pendapat ini.
Sebagaimana tidak ada dalil yang rinci mengenai ruh, demikian pula tidak ada dalil yang menegaskan secara khusus bahwa ruh itu dapat dipanggil atau dihadirkan oleh manusia, sehingga hal itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Dan apabila kita mendengarnya, maka bisa dipastikan hanyalah tipuan atau khayalan belaka. Jadi, kita boleh menolaknya sampai ada dalil yang dapat membuktikan kebenarannya. Namun, bagi seorang mukmin, hendaknya menerima saja apa yang telah diberitahukan oleh Allah swt. dan Rasul-Nya, sehingga tidak perlu mencari ata berpegang pada kepercayaan atau pendapat yang tidk menjadi syarat sahnya iman.

Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Al Ath-Thahthawi.Misteri Ruh, Mimpi, dan Orang-orang yang Hidup Setelah Mati.Citra Risalah.Jakarta Selatan: 2008.



Sabtu, 18 Juni 2011

Arwah Dapat Dibedakan Antara Yang Satu Dengan Yang Lain



Jika ruh-ruh itu telah pisah dari badan, dengan apa mereka dapat dibedakan satu dengan yang lain sehinga dapat saling dapat berkenalan? Apakah jika telah keluar dari badan ruh-ruh itu masih memiliki bentuk, bagaimana pula bentuknya?

Sebenarnya pertanyaan seperti ini tidak perlu dibahas. Kaena hampr tidak ada yang mengupas masalah ini. Apalagi tentang dasar orang yang mengatakan bahwa ruh itu buka jenis benda, ia tidak ada dalam alam atau diluar alam, ia tidak memiliki bentuk, tidak memiliki ukuran, dan tidak ada jenisnya. Sungguh tidak mungkin menjawab pertanyaan ini kecuali dengan dasarahli sunnah yang berpegang pada Al-qur’an, Hadits, Atsar, I’tibar dan akal.

Allah swt. telah menjelaskan sofat-sifat ruh bahwa ia bisa keluar masuk, digenggam, dimatikan, kembali, naik ke langit, dan dibukakan pintu langit utnuknya dan ditutup lagi pintu itu darinya. Allah swt telah berfirman:

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), ‘Keluarkanlah nyawamu’.” (Q.S Al-An’aam: 93).
“27.  Hai jiwa yang tenang. 28.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. 29.  Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, 30.  Masuklah ke dalam syurga-Ku.” (Q.S. Al-Fajr : 27-30).
Allah membentuk ruh manusia sebagaimana Dia membentuk badan manusia. Jadi, pembentukan badan mengikuti pembentukan ruh. Badan itu merupakan tempat bagi ruh, seolah-lah sebagai wadahnya.

Dari sini kita mengetahui bahwa bentuk ruh itu berbeda-beda sebagaimana bentuk badan. Sesungguhnya ruh itu berpengaruh terhadap badan sebagaimana badan juga perpengaruh terhadap ruh. Baik buruknya badan akan mempengaruhi baik buruknya ruh, demikian pula baik buruknya ruh akan berpengaruh pada badan. Tidak ada sesuatu yang saling mempengaruhi begitu kuat melebihi ruh dan badan. Sesungguhnya hubungan mereka lebih erat dan saling berkaitan. Oleh karena itu, ketika ruh hendak keluar, maka dikatakan kepadanya, “Keluarlah wahai jiwa yang baik dalam jasad yang baik,” dan, “Keluarlah wahai jiwa yang buruk dari jasad yang buruk.”
Nabi SAW juga memberitahukan bahwa ruh itu akan naik ke langit dan pada Malaikat yang ada diantara bumi dan langit akan menyambutnya. Pintu-pintu langit akan dibuka untuknya. Lalu ruh itu akan terus naik dari langit satu ke langit berikutnya, sampai menghadap kepada Allah. Ruh itu akan berdiri di hadapan-Nya. Kemudian Allah akan memerintahkan agar ia di tulis dalam daftar para ahli surga atau daftar ahli neraka dan dikembalikan ke bumi. Sungguh ruh orng kafir itu akan ditolak dan dicampakkan, dan ia akan dimasukkan bersama badan itu ke dalam kubur untuk ditanya. (H.r Ahmadi). Nabi SAW juga telah memberitahukan bahwa ruh orang mukmin itu akan terbang dan digantungkan di sebuah pohon di surga, sehingga Allah mengembalikannya ke jasadnya. (H.r An-Nasa’i). Sesungguhnya para Syuhada dalam cengkraman burung hijau yang melewati sungai-sungai surga dan makan dari buah-buahannya.(H.r At-Tirmidzi). Nabi juga memberitahukan bahwa ruh-ruh itu kan mendapatkan nikmat-nikmat atau di adzab di alam barzakh sampai hari Kiamat. (H.r Ahmadi).
Sungguh Allah swt. menjelaskan bahwa arwah kaum Fir’aun dibakar di atas api neraka setiap pagi dan petang sebelum hari Kiamat. Sedangkan para Syuhada hidup di sisi Tuhan mereka dan mendapatkan rezeki. Itulah kehidupan arwah mereka, rezeki mereka terus berlangsung, padahal jasad mereka telah rusak.

Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Al Ath-Thahthawi.Misteri Ruh, Mimpi, dan Orang-orang yang Hidup Setelah Mati.Citra Risalah.Jakarta Selatan: 2008.





Mayit Mengetahui Orang Yang Memandikan dan Mengurusinya


Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya mayit itu mengetahui siapa yang memandikan, mengkafani, membawa, dan memasukkannya ke dalam liang lahadnya.” Abu Hasan bin Bara’ dengan sanad lemah, mengeluarkan dari Ibnu Abbas r.a., dari Nabi SAW bersabda, “Tidak ada seorang mayit yang telah meninggal, kecuali dia mengetahui orang yang memandikan dan mengusungnya. Jika dia diberi berita gembira dengan rezeki, surga dan kenikmatannya, maka dia mendesak orang yang mengusungnya itu agar menyegerakannya, dan jika dia mendapat berita keburukan air mendidih dan nereka yang menyala, maka dia mendesak agar menahannya.”

Abu Nu’aim telah mengeluarkan dari Amr bin Dinar, dia berkat, “Tidak ada seorang mayit yang meningal dunia kecuali ia dimandikan, dikafani, dan diusung. Ia berkata kepada mayit di atas keranda, “Dengarlah ujian orang kepadamu.” Ibnu Abid-Dunya mengeluarkan dari Bakar bin Abdullah Al-Muzanni, dia berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa tidak ada mayit yang meninggal dunia kecuali ruhnya ditangan malaikat maut. Mereka memandikan dan mengkafaninya, sedangkan dia melihat apa yang dilakukan oleh keluarganya. Seandainya dia mampu berbicara, tentu dia akan mencegah mereka agar tidak meratap dan menjerit-jerit.”

Telah dikeluarkan dari Sufyan, dia berkata. “Sesungguhnya mayit itu mengetahui segala sesuatu, sehinga dia mengatakan kepaa orang yang memandikannya. ‘Demi Allah, pelan-pelanlah kamu memandikanku,’ kemudian ruh itu berkata ketika jasadnya di ad\tas keranda, ‘Dengarlah pujian orang terhadapmu.’ Dikeluarkan dari Hudzaifah, dia berkata, “Ruh itu di tangan malaikat. Ketika jasadnya dimandikan, lalu malaikat akan berjalan bersamanya ke kubur. Manakala jasad itu telah dikubur, maka ruh akan dikembalikan kepadanya, yaitu ketika hendak ditanya.”

Abu Syaikh telah mengeluarkan dari Mursal Ubaid bin Marzuq, dia berkata, “Ada seorang wanita di Madinah yang membangun masjid, lalu ia meninggal dunia, sedangkan Nabi tidak mengetahuinya. Lalu beliau melewati kuburnya, kemudian brsabda, “Kubur siapa ini?” Mereka menjawab, “Ummu Mihjan.” Beliau bertanya, “Wanita yang membangun masjid itu?” Mereka menjawab, “ya” lalu beliau mengatur barisan orang dan shalat di atasnya. Kemudian beliau bersabda, “Amal apa yang kamu dapati paling utama?” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah dia mendenar?” Beliau bersabda, “Kamu tidak lebih mendengar daripada dia.” Ubaid bin Marzuq berkata, kemudian wanita itu menjawab beliau. “Membangun masjid.”

Asy-Syaikhani mengeluarkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, “ Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah membawa jenazah. Jika dia orang baik, maka kamu mengantarkannya kepada kebaikan. Jika dia bukan orang baik, maka kamu meletakkan ke kuburan dari pundak-pundak kamu.” Ibnu Abid-Dunya mengeluarkan dari Umar bin Khaththab r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang mayit yang diletakkan di atas keranda lalu dibawa jalan tiga langkah, kecuali dia akan berbicara yang ucapannya didengar oleh semuanya kecuali manusia dan jin. Dia berkata, “Wahai saudaraku, orang-orang yang membawaku, janganlah kamu tertipu oleh kehidupan dunia seperti ia telah menipuku, janganlah kamu dipermainkan oleh waktu sebagaimana ia telah mempermainkanku. Aku telah meninggalkan harta untuk warisku, tetapi pada hari Kiamat hisabnya atasku. Kini kamu mengusungku dan akan meninggalkanku.”

Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Al Ath-Thahthawi.Misteri Ruh, Mimpi, dan Orang-orang yang Hidup Setelah Mati.Citra Risalah.Jakarta Selatan: 2008.



Misteri Kejeniusan ala Einstein



Kejeniusan adalah berfikir dalam cara yang yang belum pernah dilakukan orang. Meski tampaknya di dunia ini tidak ada yang baru, banyak sekali sebetulnya yang belum ditemukan, diciptakan, digali atau diperdalam orang.

Orang jenius mampu melihat sesuatu yang luput dari penglihatan orang lain. Mereka melihat kemungkinan diantara ketidakmungkinan.

Banyak orang jenius mampu menyederhanakan hal yang rumit, mengenali yang tidak dikenal. Mampu memahami yang tidak dipahami, mengetahi secara lengkap smentara orang lain hanya sebagian. Mampu meninjau ide lama dan segar. Menciptakan dan mengadaptasikan konsep. Mengoptimalkan kemampuan dan pengalaman.

Seorang jenius dengan intuisinya mampu melihat apa yang ada dibalik sesuatu. Jenius ilmu pasti dan matematika mampu memperlihatkan fakta alam yang tidak kasat mata, seperti cahaya, gravitasi, listrik dan fenomena lainnya. Jenius dibidang musik, sastra dan komedi mampu menguasai hal yang sepertinya abstrak dan tidak terjangkau kebanyakan orang.

Lebih jauh lagi, orang jenius mampu mencapai penemuan ini hanya dalam sepersekian waktu yang biasa dibutuhkan orang untuk memahami hal baru. Kuncinya ialah mampu menangkap intisari dari hal-hal yang ditangkap dan disentuh. Maka, intuisi dan pengetahuan pribadi menjadi andalanna.

Orang yang jenius bukan saja mampu menangkap informasi-informasi yang masuk dalam kecepatan tinggi. Mereka juga mampu menjabarkan dalam cara baru dan secara produktif.

Seorang jenius dalam metode kerjanya menggambarkan aksi pemahaman dan kontak dengan informasi adalah Ramon Y Cajal, pemenang Nobel bidang Fisiologi. Cajal adalah seorang ahli neuroanatomi terbaik di abad ini. Dia “mengenal” anatomi otak manusia seperti Babe Ruth “mengenal” bisbol.

Todd Siler, Ph.D.Berfikir ala Einstein.Kaifa.Bandung:2001.